Tausiah Politik
Sebelumnya
Ide untuk mempertahankan Nabi Muhammad buta huruf terutama dimaksudkan untuk menghindarkan kesan bahwa Al-Qur'an tidak lain adalah buatan manusia. Akan tetapi jika Nabinya tidak bisa membaca dan menulis, maka sudah barang tentu Al-Qur'an dapat diterima di dalam masyarakat setempat.
Jika Nabi Muhammad ternyata bisa membaca dan bisa menulis dikhawatirkan muncul tuduhan Al-Qur'an karangan Nabi Muhammad SAW. Sama dengan asumsi dalam dalam agama Nasrani mempertahankan asumsi keperawanan Marya, karena kapan ketahuan Marya tidak perawan maka bisa menggugurkan ketuhanan Yesus Kristus.
Baca juga : Memahami Makna Esoterik Al-Qur’an
Banyak bukti sejarah mengisyaratkan bahwa Nabi Muhammad SAW bisa membaca dan menulis, antara lain dalam kitab Ibn Hajar Al-'Asqallani dalam Fath al-Bari, ketika menjelaskan hadis penulisan naskah Perjanjian Hudaibiyyah, Nabi terlibat langsung dalam pencoretan sejumlah kata dalam perjanjian itu.
Lagi pula, rasanya sulit diterima akal sehat, jika seorang manusia super cerdas seperti Nabi Muhammad SAW tidak bisa membaca dan menulis. Bukankah sebelum menjadi Nabi beliau seorang pedagang yang sering ke luar negeri, khususnya Syam dan Yaman?
Baca juga : Teomorfisme Al-Qur’an (2)
Bagaimana mungkin sosok figur yang bercokol di antara hanya 100 Tokoh terbaik yang pernah kahir di bumi ini, sebagaimana ditulis Michel Hart, atau The Top 11th manusia terbaik sebagai pencipta sejarah monumental menurut Thoman Carlile, yang juga menempatkan Nabi Muhammad dalam urutan teratas.
Mungkin pada masa awal Nabi kurang mampu menulis dan membaca tetapi menjadi buta huruf seumur hidup, bisa menjadi sebuah penghinaan terhadap Nabi. Allahu a'lam.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.