Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Membaca Ulang Al-Qur’an (1)
Al-Qur’an: Membumi Untuk Melangitkan
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Setiap kali kita bicara tentang agama, setiap itu pula kita bicara tentang perbedaan. Bahkan tidak sedikit peristiwa memilukan terjadi dengan menggunakan isu dan dalil agama. Padahal, agama hadir justru untuk mengingatkan bahwa anak manusia itu satu.
Kehadiran kitab kitab suci setiap agama tidak pernah membicarakan umatnya sendiri, tetapi berbicara untuk umat manusia secara keseluruhan.
Baca juga : Penumpang Kapal Bisa Mudik Sekaligus Wisata
Al-Qur’an sendiri lebih banyak berbicara tentang manusia (al-nas/240x) daripada orang beriman (mu’min/229). Kita masih sering memperhadap-hadapkan antara satu kitab suci dengan kitab suci lain. Padahal semua kitab suci sesungguhnya lebih merupakan kitab kemanusiaan daripada kitab keagamaan.
Mungkin itulah sebabnya mengapa kitab suci umat Islam disebut Al-Qur’an (secara harfiah berarti: himpunan) karena dimaksudkan untuk menghimpun yang berserakan, menyatukan yang berbeda, dan mengutuhkan yang bertebaran.
Baca juga : Hore, Pemerintah Sunat Bunga KUR Tiga Persen
Logika pembumian Al-Qur’an yang sering dipermainkan ialah memberikan pembenaran ayat/hadis terhadap kepentingan fragmatisme masyarakat. Kita tidak berdaya mewujudkan Negara Islam, maka ditawarkan Negara Islami.
Tidak berdaya muwujudkannya lalu ditawarkan komunitas/masyarakat Islam. Tidak berdaya mewujudkannya lalu ditawarkan komunitas/masyarakat Islami. Tidak berdaya mewujudkannya lalu ditawarkan keluarga muslim/ islami. Tidak berdaya mewujudkannya lalu ditawarkan pribadi muslim. Tidak berdaya mewujudkannya lalu ditawarkan konsep maqashid syari’ah yang tersembunyi maksud untuk mengakal-akali teks untuk membenarkan konteks kehidupan yang sedemikian fragmatis.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.