Dark/Light Mode

Membaca Ulang Al-Qur’an (1)

Al-Qur’an: Membumi Untuk Melangitkan

Kamis, 23 Maret 2023 06:31 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap kali kita bicara tentang agama, setiap itu pula kita bicara tentang perbedaan. Bahkan tidak sedikit peristiwa memilukan terjadi dengan menggunakan isu dan dalil agama. Padahal, agama hadir justru untuk mengingatkan bahwa anak manusia itu satu.

Kehadiran kitab kitab suci setiap agama tidak pernah membicarakan umatnya sendiri, tetapi berbicara untuk umat manusia secara keseluruhan.

Baca juga : Penumpang Kapal Bisa Mudik Sekaligus Wisata

Al-Qur’an sendiri lebih banyak berbicara tentang manusia (al-nas/240x) daripada orang beriman (mu’min/229). Kita masih sering memperhadap-hadapkan antara satu kitab suci dengan kitab suci lain. Padahal semua kitab suci sesungguhnya lebih merupakan kitab kemanusiaan daripada kitab keagamaan.

Mungkin itulah sebabnya mengapa kitab suci umat Islam disebut Al-Qur’an (secara harfiah berarti: himpunan) karena dimaksudkan untuk menghimpun yang berserakan, menyatukan yang berbeda, dan mengutuhkan yang bertebaran.

Baca juga : Hore, Pemerintah Sunat Bunga KUR Tiga Persen

Logika pembumian Al-Qur’an yang sering dipermainkan ialah memberikan pembenaran ayat/hadis terhadap kepentingan fragmatisme masyarakat. Kita tidak berdaya mewujudkan Negara Islam, maka ditawarkan Negara Islami.

Tidak berdaya muwujudkannya lalu ditawarkan komunitas/masyarakat Islam. Tidak berdaya mewujudkannya lalu ditawarkan komunitas/masyarakat Islami. Tidak berdaya mewujudkannya lalu ditawarkan keluarga muslim/ islami. Tidak berdaya mewujudkannya lalu ditawarkan pribadi muslim. Tidak berdaya mewujudkannya lalu ditawarkan konsep maqashid syari’ah yang tersembunyi maksud untuk mengakal-akali teks untuk membenarkan konteks kehidupan yang sedemikian fragmatis.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.