BREAKING NEWS
 

Keputusan Presiden Trump dan APBN Kita

Rabu, 18 September 2019 06:48 WIB
Prof. Tjipta Lesmana

 Sebelumnya 
Harga minyak di Amerika sendiri mengalami kenaikan 14,7%, kenaikan tertinggi sejak tahun 2008. Perekonomian Indonesia dipastikan akan terpukul manakala krisis minyak akibat pemboman kilang minyak di Saudi berlanjut.

Sepanjang periode 2009-2019, volume impor migas nasional telah meningkat 36,4% menjadi 49,1 juta ton atau rata-rata 3,6% per tahun, menurut data dari BPS.

Impor gas mencatat kenaikan tertinggi, yakni lebih dari 471% menjadi 5,5 juta ton dari 970 ribu ton pada 2009.

Baca juga : Habibie, Pemimpin Yang Tak Pernah Berhenti Bekerja

Masih ingat bulan lalu ketika Presiden Jokowi menyatakan kekesalannya dan mengkritik Menteri ESDM Ignasius Jonan kenapa impor minyak Indonesia makin tinggi?

Jonan diberikan tugas untuk merem impor migas, suatu tugas yang tidak mudah. Jika krisis minyak yang bersumber dari Arab Saudi berkepanjangan, defisit transaksi berjalan kita pasti tambah tinggi lagi, apalagi jika Amerika benarbenar menyerang Iran.

Trump kini dalam posisi dilematis. Dia sudah lama bernafsu menghukum Iran karena berbagai alasan. Pemboman atas kilang minyak Aramco memberikan alasan lebih kuat bagi Amerika untuk membom Iran.

Baca juga : KPK, Jangan Dimatikan

Tapi, Trump menyadari risiko politik yang serius jika pecah perang AS-Iran; rating-nya dikhawatirkan akan anjlok terkait pemilu yang semakin dekat.

Para pembantu Trump pasti sudah membisiki sang presiden, pemboman atas Iran bisa menjadi bola liar. Peperangan akan berkepanjangan. Rusia dan RRT hampir dipastikan takkan tinggal diam dan siap membantu Iran.

Namun, jika Trump batal menyerang Iran, dia akan dituding pemimpin “bermulut besar” yang juga akan menurunkan integritasnya.

Baca juga : Manusia: Homo Saevus atau Pir Bonus

Begitu pesawat-pesawat tempur Amerika menjatuhkan bom-bomnya di wilayah Iran, harga minyak internasional pasti kontan meroket.

Perekonomian dunia yang kini sudah sulit akibat perang dagang AS-RRT pasti akan terkena dampak yang lebih serius. Apalagi perekonomian Indonesia!

Mudah-mudahan Trump mengurungkan niatnya untuk memberikan “pil pahit” kepada Iran, kecuali ia terus diprovokasi oleh sejumlah penasehat dekatnya yang dikenal beraliran hawk juga. ***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense