BREAKING NEWS
 

Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (69)

Negara Tidak Boleh Mendesakralisasi Agama

Selasa, 8 Agustus 2023 06:02 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Ada juga dengan kepentingan ekonomi misalnya keenggangan untuk membicarakan soal riba di dalam sebuah system perekonomian hanya lantaran ingin menyedot keuntungan lebih banyak.

Ada kepentingan etnik, misalnya lebih mengedepankan kriteria etnik kedaerahan ketimbang nilai-nilai universal keagamaan, hanya karena ingin mengunggulkan etnisitasnya. Yang lainnya karena demi kepentingan sains maka cloning manusia nekad dilakukan sementara urusan bodi manusia itu tabu dalam Islam.

Baca juga : Mewaspadai Ketika Agama Menjadi Legitimasi Politik

Munculnya fenomena baru yang lebih dikenal sebagai Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligent) tidak boleh melanggar sendi-sendi moral yang dipesankan agama untuk manusia dan untuk kemanusiaannya, karena boleh saja secara jangka pendek mendatangkan keuntungan tetapi jangka panjang akan merugikan manusia itu sendiri.

Kita tidak ingin atas nama kebebasan berekspresi dan kebebasan intelektual menyebabkan malapetaka kehidupan generasi masa depan kita.

Baca juga : Tidak Menghilangkan Daya Jihad Agama

Desakralisasi agama ­sama bahayanya dengan upaya sekelompok orang untuk melakukan sakralisasi nilai-nilai profan. Sesungguhnya sebuah ­nilai yang diperjuangkan bukan nilai sakral tetapi diupayakan untuk disakralkan lantaran ada kepentingan tertentu.

Tegasnya, sakralisasi nilai-nilai non sakral sama bahayanya dengan desakralisasi nilai-nilai sakral.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense