Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (62)

Upaya Memperpanjang Ajal Rezim

Selasa, 1 Agustus 2023 06:05 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam Al-Qur’an, bukan hanya manusia yang punya ajal, tetapi juga masyarakat, rezim, atau orde. Dalam Al-Qur’an dikatakan: Likulli ummatin ajal (setiap ummat atau rezim mempunyai ajal). Panjang atau pendeknya sebuah masyarakat atau rezim ditentukan seberapa jauh mereka mengindahkan hukum-hukum sosial kemasyarakatan yang hidup di dalamnya.

Jika dalam satu individu berusaha mempertahankan hidup lebih panjang tentu ia harus merawat tubuhnya dengan baik. Jika ada fenomena penyakit merasuk ke dalam dirinya maka ia harus segera memeriksakan dirinya ke dokter dan menebus obat-obat yang direkomendasikan oleh dokter pribadinya.

Baca juga : Berkomunikasi Dengan Bahasa Santun

Jika sehat pun harus selalu mempertahankan diri agar tetap sehat dengan mencegah segala sesuatu yang bisa membuat dirinya lemah dan sakit. Maka demikian pula rumusnya jika sebuah masyarakat atau rezim politik ingin bertahan lama, maka ia harus memahami hukum-hukum sosial yang berlaku di dalam masyarakat.

Di dalam hukum sosial kemasyarakatan, terkadang ada sesuatu yang tidak valid secara akademik, tetapi laris manis di dalam masyarakat.

Baca juga : Mengedepankan Dialog Dan Musyawarah

Sebaliknya, ada sesuatu yang tingkat validitas akademiknya sangat baik, tetapi tingkat penolakannya di dalam masyarakat juga tinggi. Demikian masyarakat mempunyai hukumnya sendiri yang terus menerus harus dipelajari dan diindahkan.

Menurut Ibnu Khaldun, panjang atau pendeknya umur suatu masyarakat ditentukan oleh generasinya. Menurut Ibnu Khaldun, ada empat generasi yang menentukan di dalamnya, yaitu generasi perintis, generasi pembangun, generasi penikmat, dan generasi penghancur. Ada masyarakat memiliki generasi pembangun lebih panjang dari pada generasi penikmatnya. Ada juga sebaliknya.

Baca juga : Meredam Ego Spiritual

Generasi perintis seringkali yang paling banyak berkorban, bukan hanya harta dan keringat tetapi nyawa ikut melayang. Generasi pembangun juga cukup berkeringat dan bersabar untuk meletakkan sendi-sendi masyarakat ideal. Namun, yang sering lengah ialah generasi penikmat yang biasanya disusul dengan generasi penghancur.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.