Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (67)

Tidak Menghilangkan Daya Jihad Agama

Minggu, 6 Agustus 2023 05:58 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap agama menganjurkan kelembutan dan kekuatan atau daya jihad. Agama akan berfungsi normal manakala kedua misi ini berjalan seiring. Agama tanpa kelem­butan akan kehilangan akar di dalam masyarakat. Sebaliknya agama tanpa kekuatan daya jihad akan kehilangan kontrol sosial. Agama harus mampu menampilkan kelembutannya kepada orang-orang yang mengikuti ajarannya dan harus bersikap tegas kepada mereka yang menentang ajarannya. Bagi mereka yang taat akan diberi ganjaran syurga dan ganjaran neraka bagi mereka yang mengingkarinya.

Kekuatan daya jihad di dalam setiap agama amat diperlukan. Dalam Islam misal­nya, daya jihad diperlukan untuk menegakkan kebenaran dan menumpas kebatilan.

Baca juga : Tidak Boleh Menghilangkan Fungsi Kritis Agama

Tanpa kekuatan ini maka agama akan dikalahkan oleh nilai-­nilai lain yang mungkin destruktif bagi kemanusiaan. Sebagai contoh, rezim kebatilan dan kekuatan tirani yang berkuasa di dalam masyarakat perlu diakhiri dengan mengedepan­kan kekuatan jihad. Daya jihad juga diperlukan untuk mem­berantas kebodohan, kemiskinan, dan berbagai ke­le­mahan yang menggerogoti ma­syarakat.

Namun penggunaan daya jihad ini tetap harus berada di bawah kontrol ijtihad dan mujahadah yang terukur. Ijtihad ialah pengerahan kekuatan nalar umat di dalam mengartikulasikan nilai-nilai ajaran agama­nya. Sedangkan muahadah pengerahan aspek rohani umat di dalam menghayati nilai-nilai luhur agamanya. Daya jihad, ijtihad, dan mujahadah harus dianggap satu kesatuan yang tak terpisahkan.

Baca juga : Menyeimbangkan Emosi Jihad Dan Emosi Patriotisme

Jihad tanpa kontrol ijtihad dan mujahadah bisa berpotensi melahirkan kekerasan. Karena itu, daya jihad tidak identik dengan ke­karasan. Daya jihad juga tidak mesti harus ada yang korban. Jihad yang paling akbar kata Nabi ialah jihad melawan diri sendiri.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.