Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Menggagas Fikih Siyasah Indonesia (64)

Menghayati Filsafat Ma Limo

Kamis, 3 Agustus 2023 06:10 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Walisongo dikenal sering menggunakan simbol-simbol dan istilah-istilah lokal di dalam memperkenalkan aspek universalitas Islam. Meskipun beberapa di antara mereka berdarah Timur Tengah, namun mereka tidak doyan menggunakan istilah-istilah Arab. Mereka lebih suka meng-creat istilah-istilah yang hidup di dalam masyarakat lokal. Termasuk menggunakan jenis-jenis kesenian lokal. Mereka juga sering menampilkan kebudayaan Sunda.

Di antara mereka lebih sering menggunakakan identitas dan atribut Jawa atau Sunda. Di antara mereka lebih sering menggunakan blankon daripada surban.

Baca juga : Membaca Fenomena Deterritorialisasi Umat Islam

Konsep Ma Limo adalah salah satu istilah yang amat populer pernah diciptakan Walisongo, dalam hal ini Sunan Ampel. “Ma Limo” yang secara harfiah berarti “Ma Lima”,   merupakan singkatan dari bahasa Jawa: Moh main, Moh ngombe, Moh maling, Moh madat, dan Moh madon.

Moh main artinya tidak berjudi atau tidak melakukan sesuatu yang bersifat spekulatif dan tidak rasional. Contohnya upaya seseorang mencari rezki yang banyak melalui jalan pintas tetapi berspekulasi, termasuk mengadu nasib dengan mengandalkan mistik dan mengharapkan hadiah-hadiah yang fantastik tetapi calon pemenangnya masyarakaat secara masif.

Baca juga : Upaya Memperpanjang Ajal Rezim

Judi dalam Islam jelas di larang di dalam banyak ayat, termasuk dalam Q.S. Al-Maidah/5:90 dan sejumlah hadis. Walisongo tidak langsung menggunakan teks ayat dan hadis tetapi dipadatkan dengan menggunakan istilah simbolik yang lebih gampang diingat dan dipedomani masyarakat.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.