BREAKING NEWS
 

Teologi Lingkungan Hidup (68), Pandangan Kosmologi Islam (5)

Doktrin Trilogi: Antara Ibn ’Arabi dan Plotinus

Senin, 27 November 2023 06:10 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Agak berbeda juga dengan pemikiran Plotinus (204-270 SM), seorang filsuf Yunani yang sangat terkenal dengan konsep filsafat immanennya. Ia berpen­dapat bahwa Tuhan itu manunggal dengan alam semesta, sehingga dengan demikian alam semesta ini adalah dapat juga disebut dengan Tuhan dan memang keberadaannya adalah keberadaan Tuhan. Bagi Plottinus Yang Maha Esa ( YME/The One) ada di mana-mana dan menjadi sebab wujud segala sesuatu. Hubungan antara YME dengan alam ialah hubungan emanasi (al-faidh).

Pendapat Plotinus agak mirip dengan Pantheisme, dan ada yang mengatakan Pantheisme diambil atau modifikasi dari pemikiran Plotinus. Bedaya dengan Pantheisme, jika Platonisme menganggap alam ini manunggal dengan Tuhan sedangkan Pantheisme alam ini secara Tunggal menjadi Tuhan.

Baca juga : Doktrin Trilogi: Antara Tajalli dan Pantheisme

Alam semesta ini adalah Tuhan itu sendiri. Meskipun memiliki perbedaan tetapi Plotinus dan Pantheisme sama-sama meng­anggap alam ini suci dan kekal.

Berbeda dengan konsep wahdatul wujud Ibn ‘Arabi, yang menggap ala mini hanya manifestasi (tajalli) Tuhan. Alam ini bisa disebut sebagai Tuhan secara tidak langsung (indirectly God), karena alam ini hanya bayangan Tuhan. Alam se­sungguhnya hanya sepeti maya, keberadaannya antara ada dan tiada. Yang ada di mana-mana sebagai esensi universal, bukan Ia ada di mana-mana dan “bagaimana” secara substansi partikular.

Baca juga : Doktrin Trilogi: Alam, Manusia, dan Tuhan

Berbeda dengan ­dengan Plotinus yang menganggap segala yang ada “di mana-mana” dan “bagaimana” secara esensi particular. Hu­bungan Tuhan dengan alam adalah tajalli. Alam sebagai emanasi Tuhan menurut Plotinus dan Pantheisme bersifat vertikal dan sedangkan konsep tajalli Ibn ‘Arabi lebih bersifat horizontal.

Menurut Ibn ‘Arabi, alam semesta ini sesungguhnya tidak tepat disebut sebagai makrokosmos, tetapi lebih tepat disebut acosmism karena alam semesta ini hanya sebagai bayangan realitas yang ada di balik alam semesta itu sendiri. Ia menyebut apa yang di balik alam semesta ini merupakan wujud mutlak, dan tidak terbatas. Alam semesta ini hanya merupakan per­wujudan semu (maya). Ibn Arabi mene­gaskan hanya satu realitas wujud tunggal, yaitu Allah SWT.

Baca juga : Antara Langit (Celestial) dan Bumi (Terrestrial)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Senin, 27 November 2023 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (68), Pandangan Kosmologi Islam (5), Doktrin Trilogi: Antara Ibn ’Arabi dan Plotinus"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense