Dark/Light Mode

Hasil Rekapitulasi KPU
Pemilu Presiden 2024
Anies & Muhaimin
24,9%
40.971.906 suara
24,9%
40.971.906 suara
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58,6%
96.214.691 suara
58,6%
96.214.691 suara
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16,5%
27.040.878 suara
16,5%
27.040.878 suara
Ganjar & Mahfud
Sumber: KPU

Teologi Lingkungan Hidup (66), Pandangan Kosmologi Islam (3)

Doktrin Trilogi: Alam, Manusia, dan Tuhan

Sabtu, 25 November 2023 06:10 WIB
Nasaruddin Umar
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Setiap kali kita bicara tentang alam maka setiap itu pula kita harus bicara tentang manusia dan Tuhan. Alam semesta dalam pandangan spiritual Islam tidak lain adalah manifestasi (tajalli) Allah SWT. Alam disebut alam, dari akar kata ’alima-ya’lam berati mengetahui, kemudian membentuk kata ‘alam berarti “tanda” (sign), ‘ulama, bentuk jama’ dari ‘alim berarti ulama yakni ilmuan, seakar kata juga dengan alamat (tempat tinggal). Dengan demikian alam ialah segala sesuatu selain Allah (kullu ma siwa Allah/other than God. Alam adalah lokus penampakan adanya Tuhan (madhhar/locus-manifestation of God).

Baca juga : Antara Langit (Celestial) dan Bumi (Terrestrial)

Dari sinilah dikatakan bahwa tidak ada artinya kita bicara yentang alam tanpa berbicara tentang Allah SWT. Alam sesungguhnya tidak lain adalah ”penampakan” (tajalli) Allah SWT. Mirip dengan konsep Hindu yang menganggap alam ini tidak lain adalah Brahma Nirguna, atau dalam teologi Kristen sering disebut sebagai Impersonal God.

Baca juga : Pandangan Kosmologi Islam (1) Hakekat Lingkungan Hidup Menurut Al-Quran

Manusia adalah sosok figur yang terjepit di antara keberadaan Alam dan Tuhan. Dari satu sisi manusia menjadi bagian dari alam, karena tercipta dari alam (tanah) tetapi pada sisi lain memilihi unsur ”Tuhan” (Lahut) yaitu roh, yang dalam kosmologi Islam disebut sebagai unsur Tuhan (part of God), sebagaimana disebutkan dalam ayat: Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud. (Q.S. al-Hijr/15:29).

Baca juga : Belajar dari Kosmologi Kristen (1)

Dalam kosmologi Islam, istilah alam digunakan dalam dua konteks: Pertama, alam secara menyeluruh dan kedua alam dalam derajat-derajatnya yang berbeda. Alam secara menyeluruh itulah yang disebut “segala sesuatu selain Allah” (ma siwa Allah/other than God). Sedangkan alam dengan derajat-derajatnya sering disebut dengan keberadaan Ilahi (al-hadhrah al-ilahiyyah) yang tersusun di dalam keberadaal di luar diri-Nya (al-hadharat al-kharijiyyah), yang meliputi Alam Jabarut, Alam Malakut, dan Alam Mulk/Alam Syahadah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.