Tausiah Politik
Sebelumnya
Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri r.a., ketika Rasulullah sedang bepergian, beliau melewati seekor kijang yang diikat pada sebuah tiang tenda. Kijang itu memangil-manggil Rasulullah, “Wahai Rasulullah, tolong lepaskan ikatan saya sebentar, saya mau menyusui anak-anak saya di sana yang sedang kelaparan. Saya akan segera kembali ke sini setelah itu dan engkau bisa mengikatkan aku kembali di tempat ini”. Rasulullah menjawab: “Kamu hasil buruan mereka dan itu berarti engkau milik mereka, saya tidak berhak melepaskanmu”. Setelah kijang itu berjanji untuk menepati perkataannya maka Rasulullah melepaskan ikatannya. Tidak lama kemudian kijang itu kembali dengan kedua susunya yang terlihat sudah kempis, lalu beliau mengikatkannya kembali. Selanjutnya Rasulullah mendatangi para pemilik tenda itu untuk meminta kijang hasil buruan mereka. Pemilik kijang memberikan kijang itu kepada Rasulullah. Setelah menjadi hak miliknya, kijang itu dilepaskan ke alam bebas.
Unta Rasulullah yang sudah tua digantikan dengan unta yang lebih mudah. Dengan disaksikan oleh para sahabat, unta tua itu menangis lalu dikomentari oleh Rasulullah, unta itu masih ingin aku duduki pundaknya menyampaikan dakwah tetapi ia harus digantikan.
Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Arus Balik dari Post Truth
Begitu sayangnya terhadap fauna, maka Rasulullah pun juga dicintai oleh mereka. Kasus persembunyian Rasulullah di Goa Tsaur diselamatkan oleh laba-laba yang bergotong-royong membuat sarang di mulut goa, lalu burung merpati bertelur di mulut goa itu, sementara pepohonan dan tangkainya merebahkan diri menutupi lobang bagian atas goa tersebut yang membuat para musuh Rasulullah yakin bahwa di dalam Goa itu tidak ada tanda-tanda manusia yang baru masuk ke dalamnya.
Ini semua menunjukkan betapa pentingnya menjalin hubungan kasih sayang dengan fauna dengan berbagai jenisnya. Kelengkapan ekosistem fauna dan flora pasti akan mendukung kapasitas manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Baca juga : Resakralisasi Alam Semesta: Mengembalikan Kesakralan Alam Semesta
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 23 Januari 2024 dengan judul "Teologi Lingkungan Hidup (100) Belajar Dari Ekosistem Laba-laba (1)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.