Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam drama kosmik sebagaimana dijelaskan di dalam artikel terdahulu, dapat disimpulkan bahwa penyebab kejatuhan atau menjauhnya sosok makhluk dari Tuhannya ada tiga hal, yaitu kesombongan dan kecongkakan (istikbar), mengunggulkan diri (‘Alin), dan kekhilafan karena godaan (khilaf).
Yang jatuh karena istikbar ialah iblis karena menolak perintah Tuhan untuk bersujud kepada Adam: Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?” Menjawab iblis: “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah” (Q.S. Al-A’raf/7:12).
Baca juga : Memori Adam di Surga
Di balik pembangkangannya untuk sujud ia juga iri karena dirinya pernah menjadi penghulunya ahli ibadah sehingga dijuluki dengan ’Azazil, tetapi yang dilantik menjadi khalifah ialah si pendatang baru yang namanya manusia. Ia kemudian diusir dari surga dan dijatuhkan ke neraka karena kesombongannya: Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka ke luarlah, sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang hina”. (Q.S. Al-A’raf/7:13).
Parahnya, setelah ia dilaknat Tuhan, ia masih memohon agar dipanjangkan usianya sepanjang usia manusia untuk mencari partner di neraka dan permintaannya itu dikabulkan Tuhan: Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.” Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus (Q.S. Al-A’raf/7:15-16).
Baca juga : Haji Sebagai Drama Kosmos
Malaikat juga sebenarnya pernah jatuh dari ‘Arasy ke Baitul Makmur, miniatur istana Tuhan (‘Arasy). Hal ini terkait dengan sikap malaikat yang mempertanyakan kebijakan Tuhan tentang penciptaan Adam dan menyatakan diri sebagai ahli ibadah: Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku lebih tahu apa yang tidak kalian ketahui” (Q.S. Al-Baqarah/2:30).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.