BREAKING NEWS
 

Teosofi Haji (33)

Makna Spiritual Simbol-simbol Haji (1)

Rabu, 26 Juni 2024 05:59 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Ini bukan berarti Baitullah ganda, tetapi kehadiran Baitullah secara spiritual dengan wujud ka’bah di dalamnya, seseorang bisa lebih khusyuk di dalam menunaikan ibadah shalat. Betapa tidak, mereka bukan hanya menghadap ke arah ka’bah tetapi secara spiritual imagination ia sudah bersimpuh di depan ka’bah. Ia sudah merasakan perjumpaan spiritual (tawajjuh) dengan ka’bah.

Bahkan kalangan ahli hakekat, bukan hanya ber-tawajjuh dengan ka’bah tetapi Sang Penghuni Ka’bah. Bagaimana tidak menangis di dalam shalat, karena ia begitu terharu menghadapkan berbagai lapis dirinya melakukan penyembahan, sebagaimana dilafazkan di dalam surah al-Fatihah: Iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in. Sang Pemilik dan Penghuni Ka’bah tampil sebagai pihak kedua (Mukhathab), tidak lagi tanpil sebagai pihak ketiga. Ayat itu tidak mengatakan: Iyyahu na’budu wa iyyahu nasta’in (Haya Dia yang kami sembah dan hanya Dia tempat kami meohon pertolongan).

Baca juga : Mengapa Kita Harus Thawaf?

Suasana tawajjuh seperti ini sang hamba melakukan penyembahan (ta’abbud) dan Tuhan memberikan pertolongan (isti’anah). Saat hamba melakukan ta’abbud maka saat itu hamba mendaki (taraqqi). Ketika hamba melakukan taraqqi maka pada saat bersamaan Tuhan turun (tanazul) untuk menjumpai hamba-Nya. “Siapa mendekati-Ku sejengkal maka Aku akan mendekatinya sesiku. Siapa yang mendekatiku sesiku maka aku akan mendekatinya sedepah. Barangsiapa mendekatiku berjalan maka Aku akan mendekatinya berlari”, dan seterusnya. Demikian firman Allah dalam hadis Qudsi.

Saat hamba melakukan tawajjuh maka saat itu antara pencinta dan dicinta saling merapat, lebih dekat dan lebih dekat lagi, seperti keadaan yang dilukiskan dengan kalimat indah di dalam ayat: Tsumma dana fa tadalla, fakana qaba qausaini au adna (Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi, maka jadilah dia dekat sejarak dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi). (Q.S. Al-Najm/53:8-9). (Bersambung)

Baca juga : Mengenal “Al-Qur’an Takwini” (2)

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 26 Juni 2024 dengan judul "Teosofi Haji (33) Makna Spiritual Simbol-simbol Haji (1)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense