BREAKING NEWS
 

Malnutrisi Digital, Tantangan Peradaban Teknologi

Sabtu, 29 Juni 2024 17:59 WIB
Dr. Devie Rahmawati
Pengamat Sosial

 Sebelumnya 
Secara spesifik, tiap karakter menghadapi masalahnya yang unik. Arthur Morgan sebagai protagonis, digambarkan sebagai pria kasar tapi memiliki kode etik dan kesetiaan kuat pada gengnya, yang sering menghadapi, penghianatan. Dutch van der Linde, pemimpin geng karismatik, yang mulai menjadi irasional dan obsesif, karena pengaruh kekuasaan. Sahabat Arthur, Charles Smith dan Lenny Summers, sebagai anggota dengan loyalitas tinggi, dan harus menghadapi kerasnya dunia kriminal. Abigail Roberts serta putranya Jack, mewakili peran keluarga, yang saling mendukung dalam geng tersebut.

Meskipun berlatar belakang pertarungan dan petualangan, yang menarik dari permainan ini adalah, bagaimana melalui gim, para pemainnya harus memutuskan apakah akan menjadi pemain dengan karakter yang baik atau jahat. Pilihan ini, akan berpengaruh pada tampilan dalam gim tersebut. Bila seseorang memilih untuk memainkan lakon sebagai orang berbudi baik seperti individu yang ramah, jujur, hingga membela ketidakadilan, maka grafis, audio,dan pengalaman yang dirasakan membuat pemain merasa nyaman dan positif hingga akhir permainan. Sebaliknya, bila lakon yang dijalani sebagai orang yang tidak positif, maka grafis, audio dan pengalaman yang diberikan RDD 2 hingga ujung permainan, akan membuat pemain gim pun menjadi gelisah, tidak tenang dan merasa menyesal memilih lakon dengan karakter yang negatif.

Generasi Lebih Tua dan Malnutrisi Digitalnya

Saya yakin, gim yang populer tentu menghadirkan nilai-nilai positif. Walau seringkali, media menyoroti sisi negatif permainan seperti kekerasan dan umpatan, secara umum, gim seperti RDR2 juga mendemonstrasikan nilai-nilai positif yang muncul secara implisit maupun eksplisit. Meskipun beberapa karakter dalam Red Dead Redemption 2 digambarkan sebagai penjahat dan kriminal, terdapat beberapa nilai-nilai positif yang dapat dipetik yaitu:

Kesetiaan

Salah satu nilai yang paling menonjol adalah kesetiaan yang kuat antar anggota geng Van der Linde. Mereka saling membantu, melindungi, dan rela mengorbankan nyawa satu sama lain layaknya sebuah keluarga. Nilai kesetiaan ini, tercermin terutama pada Arthur Morgan dan hubungannya dengan Dutch serta anggota geng lainnya. Kesetiaan juga menjadi nilai-nilai yang terus relevan dalam kehidupan modern seperti pada perusahaan tempat bekerja hingga negara dan bangsa.

Persabahatan

Hubungan persahabatan yang erat tergambar jelas, seperti antara Arthur dengan Lenny, Charles, dan John Marston. Mereka saling membangun kepercayaaan, menghadirkan ketulusan, hingga bersedia menanggung risiko bersama dalam situasi sulit. Persahabatan, tidak memandang karakter antagonis ataupun protagonis. Sebagai makhluk sosial, melalui gim ini, persahabatan diajarkan menjadi bagian penting dari kehidupan.

Penghargaan terhadap Keluarga

Baca juga : Dorong Transformasi Digital, Kominfo Genjot Penataan Kepegawaian Lewat SIMPHONI

Meski hidup sebagai anggota geng, Van der Linde masih memiliki penghargaan tinggi terhadap konsep dan nilai keluarga. Mereka melindungi Abigail dan Jack sebagai anggota termuda sebagai keluarga. Hal ini mengajarkan pemainnya bahwa keluarga ada bagian dari nilai-nilai kemanusiaan yang perlu terus dijaga.

Survival dan Ketangguhan

Adsense

Strategi bertahan hidup di lingkungan keras Wild West pada masa itu, menuntut karakter di gim ini harus tangguh, ulet, dan berjuang keras menghadapi berbagai rintangan. Semangat survival ini patut diapresiasi. Walau tidak ada saling tembak, di jaman ini, salah satu kesulitannya ialah bertahan hidup secara ekonomi, yang juga menjadi relevan dengan tantangan dunia pasca pandemi hari ini.

Sayangnya, inflitrasi nilai-nilai ini tentu saja tidak akan tersampaikan pada orang yang tidak memainkannya, seperti generasi senior. Bukannya mereka tidak diberitahu, tapi seringkali tidak ingin tahu. Hanya berfokus pada sensasi negatif atau media panic dari para jurnalis yang lebih banyak mengupas sisi negatif gim, yang justru mendorong seseorang mengalami malnutrisi digital. Dengan kata lain, kurangnya informasi dan makna dari komunikasi dalam teknologi, menimbulkan kekosongan informasi. Hal ini memicu malnutrisi digital.

Padahal, simbolisasi kekerasan dan kejahatan, juga terjadi di era dimana para generasi senior ketika mereka masih muda. Dari film, radio, atau komik, mereka juga mengetahui aksi dan gambaran tentang kekerasan, umpatan, serta penghinaan martabat. Faktanya, tidak semua yang mereka tonton, baca, dan dengar dari hal-hal negatif ini, kemudian tercermin dalam perilaku mereka sehari-hari. Namun, generasi senior, tentunya tidak mewarisi aksi, nilai, dan lelaku negatif yang mereka lihat dan peroleh dari media-media di masa lalu.

Mengurangi Malnutrisi Digital antar Generasi

Malnutrisi digital yang terjadi pada dua generasi jelas terjadi. Generasi yang lebih melek teknologi seringkali kurang mampu memaknai transmisi nilai - nilai positif sebagaimana yang terdapat pada gim RDR2. Nilai positif gim seringkali tidak dianalisis dengan baik. Malah kekerasan dan kerasnya hidup, seringkali dipahami dan direfleksikan dalam kehidupan generasi muda. Padahal, di sinilah kesempatan generasi senior untuk dapat membimbing dan mengarahkan bagaimana mengambil bulir-bulir nutrisi digital dari gim seperti RDR2. Maka, langkah-langkah berikut, dapat ditempuh guna mengatasi fenomena malnutrisi digital yaitu:

Pelajari konten dan nilai-nilai dalam gim

Tidak hanya pada RDR2, sebelum membuat penilaian terhadap produk teknologi seperti gim, generasi senior seperti para orang tua sebaiknya terlebih dahulu memahami konten, cerita, dan nilai-nilai yang terkandung dalam gim seperti RDR2. Dengan memahami secara utuh, mereka dapat lebih terbuka, bahkan mampu menuntun anak-anak muda menemukan sisi positif dari teknologi.

Baca juga : Relaksasi Impor Bisa Ganggu Pertumbuhan Ekonomi

Diskusikan dengan komunitas para senior lainnya

Berbagi pengalaman dan sudut pandang dari orang tua lain, yang mengizinkan anaknya memainkan gim, dapat memberi wawasan baru. Ini dapat menunjukkan manfaat yang mungkin terlewatkan oleh kita yang tidak memahami gim secara luas.

Tonton ulasan dan analisis mendalam

Informasi tentang gim dapat dipahami dengan lebih sederhana dan menyenangkan melalui tayangan video di YouTube misalnya. Selain rating usia, carilah ulasan dan analisis mendalam dari para kritikus atau komunitas gim tentang nilai artistik, naratif, dan pesan moral dalam gim tersebut.

Fokus pada pesan dan nilai positif

Dalam gim dewasa, alih-alih hanya melihat konten kekerasan, coba fokus pada pesan dan nilai positif seperti kesetiaan, persahabatan, perjuangan hidup yang disampaikan dalam gim.

Pertimbangkan manfaat keterampilan dan kognitif

Gim opern-world  yang kompleks seperti RDR2, juga dapat mengasah keterampilan pemecahan masalah, mendorong pemahaman sistematika alur cerita, serta kemampuan kognitif lainnya.

Baca juga : NasDem Gaungkan Kesetaraan Gender

Libatkan diri dalam gameplay anak

Walaupun tidak harus setiap hari, sisihkan waktu di akhir pekan, untuk bermain gim bersama anak. Duduklah bersama anak, saat dia memainkan gim dan rasakan pengalaman bermain bersama secara alami bersamanya. Diskusikan situasi dan nilai-nilai yang muncul untuk memberikan sudut pandang.

Peran Negara 

Kegandrungan Saya mengunjungi Korea Selatan, bukan karena saya sudah menghabiskan lebih dari 25 judul drama korea (drakor), tetapi karena berada di Seoul misalnya, membuat saya tidak pernah merasa jauh dari siapapun, mengingat jaringan teknologi seperti WIFI-nya, adalah salah satu yang terbaik di dunia. Dalam konteks industri game, Korea Selatan dikenal sebagai salah satu ibukota untuk e-Sport, dimana lebih dari 50% masyarakat Korea bermain gim. Korea memiliki Seoul Game Academy, dimana terdapat 3000 murid dari usia 9 tahun ke atas (sebanyak 99% anak-anak laki-laki), yang fokus mengasah ketrampilan mereka di 9 jenis gim, dengan cita-cita menjadi atlet e-sports profesional (full time athletes). Kondisi ini didukung pemerintah yang membuat harga PC, Ponsel serta alat permainan gim dengan harga yang murah hingga dapat dijangkau oleh siapapun. Sebagai informasi, salah satu kompetisi e-sport yaitu Dota 2, pemenang utamanya dapat membawa pulang lebih dari Rp. 650 Miliar. Bandingkan dengan total Rp. 39 Miliar untuk 48 peraih medali olimpiade dari cabang atletik.

Selain Korea Selatan, China adalah negara yang juga memperoleh pendapatan besar dari Industri gim melalui program subsidi perusahaan pengembang gim, membangun arena-arena pertandingan gim, hingga membuka program studi game di Perguruan-Perguruan Tinggi sejak 2016 lalu, dimana terdapat 487 juta pemain e-sport di seluruh China.

Bagaimana dengan Indonesia? Program Studi Produksi Media Vokasi Universitas Indonesia, bersama 12 kampus lainnya, juga sudah memiliki konsentrasi gim, yang harapannya akan membuka peluang yang lebih besar bagi Indonesia untuk membangun ekosistem Industri Gim yang kuat, bukan hanya dalam aspek ekonomi, tetapi juga mampu menjadi pemasok gizi keterampilan dan mental untuk para pemainnya.

Dr. Devie Rahmawati

Program Vokasi Universitas Indonesia

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense