BREAKING NEWS
 

Allah: A God Dan The God

Sabtu, 28 September 2024 06:10 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Yang dimaksud ”Allah is A God” dalam tulisan ini ialah personifikasi Tuhan (personal God), yaitu Allah SWT yang telah memperkenalkan di­ri-Nya sebagai pribadi (as a Person) yang tak bisa dibandingkan dengan apapun dan siapapun, sebagaima­na ditegaskan dalam ayat: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa den­gan Dia” (Q.S. Al-Syura/42:11). Dalam ayat lain dipertegas lagi: “Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari se­mesta alam” (Q.S. Ali ‘Imran/3:97). Sedangkan ”Allah is The God” ialah Tuhan Maha Meliputi (Al-Muhith) segala sesuatu (impersonal God), sebagaimana Ia memperkenalkan diri-Nya di dalam beberapa ayat, antara lain: “Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerja­kan.” (Q.S. Al-Hadid/57:4), “Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya”. (Q.S. Qaf/50:16), dan “Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka ke mana pun kamu menghadap di situlah wajah Allah”. (Q.S. Al-Baqarah/2:115).

Baca juga : Perjanjian Hudaibiyyah: Pelajaran Diplomasi Publik

Allah SWT sebagai “Personal God” dan ” Inpersonal God” dapat dihubungkan dengan konsep al-tanzih (incomparability) dan al-tasybih (similarity). Kedua terminologi ini menjadi sangat mendasar karena mempengaruhi suasana batin dan etos kerja seorang muslim. Konsep ini juga menjadi salah satu pangkal perbedaan mendasar antara para mutakallimin/teolog dan para sufi. Secara kebahasaan tanzih berarti jauh dan tasybih berarti menyerupai.

Baca juga : Pemimpin Politik Muru`ah

Wacana Tuhan sebagai A God dan The God sebetulnya muncul juga sebagai suatu perdebatan konseptual di dalam aama-agama lain. Dalam agama Hindu, sebuah agama yang jauh lebih tua dari pada agama Islam, juga dikenal aliran Advita Vedanta (non-duality) yang menganggap Tuhan memiliki privasi dan distinktifnya sendiri, dan aliran Dwita Wedanta yang mengako­modir faham dualitas, yakni adanya Brahma Saguna yang memiliki entitas sendiri sesuai dengan kapasitasnya sebagai Tuhan Yang Maha Kuasa, dan Brahma Nirguna yang tidak memiliki entitas dan privasi sendiri, melainkan menyebar di mana-mana. Konsep ini mengingatkan kita kepada konsep jau­har dan ’aradl di dalam teologi Islam.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense