Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Kehadiran Ka’bah sebagai salah satu media atau sarana pembersihan dan penyucian diri terbukti tidak pernah surut, bahkan semakin hari semakin berkembang, sehingga OKI terpaksa harus menetapkan kuota setiap negara agar kota suci Mekkah dan Madinah mampu menampung tamu-tamu Allah SWT.
Setiap tahun semakin bertambah daftar tunggu di setiap negara. Beberapa kota di Sulsel terpaksa harus menunggu lebih dari 40 tahun menunggu giliran mereka untuk menunaikan ibadah haji. Calon jamaah haji di Lembaga Tabung Haji Malaysia harus menunggu sampai 150 tahun.
Baca juga : Makna Spiritual Kabah (1)
Ka’bah juga menjadi simbol pembebasan. Setiap orang akan merasakan kebebasan berekspresi melakukan pendekatan diri kepada Allah SWT. Setiap orang merasa mandiri memiliki dirinya sendiri tanpa tekanan dan dominasi dari manapun. Mereka bisa merasakan kemerdekaan sejati menikmati thawaf, sa’yi, dan I’tikaf di masjid tanpa ada rasa subordinasi dari manapun juga.
Di depan Ka’bah semuanya sama dan setara di hadapan Allah SWT. Semuanya bebas mengungkapkan keluhan dan harapannya kepada Allah SWT.
Baca juga : Detik-detik Kejatuhan Adam Dan Hawa Ke Bumi
Ka’bah sebagai cermin yang memantulkan kondisi kemanusiaan dan tantangan-tantangan yang dihadapi umat manusia. Dengan berziarah ke Ka’bah, maka umat Islam diingatkan akan tugas mereka untuk memperbaiki diri dan dunia di sekitar mereka.
Ka’bah sebagai lebih dari sekadar bangunan fisik. Ka’bah adalah pusat spiritual dan simbolis yang menyatukan umat Islam, mengingatkan mereka akan keesaan Allah, dan mendorong mereka untuk berjuang demi keadilan dan kesetaraan. Ka’bah betul-betul menjadi lambang dari perjalanan spiritual, sejarah, dan sosial yang mendalam yang memiliki dampak revolusioner dalam kehidupan individu dan masyarakat.
Baca juga : Ada Apa Di Dalam Kabah?
Ibn Arabi, seorang sufi dan filsuf Muslim terkenal dari Andalusia, juga memiliki pandangan yang mendalam dan esoterik tentang Ka’bah. Dalam karya-karyanya, ia sering mengaitkan Ka’bah dengan simbolisme spiritual yang kaya.
Bagi Ibn Arabi Ka’bah adalah manifestasi fisik dari konsep keesaan Tuhan. Ka’bah menjadi pusat grafitasi spiritual yang mengingatkan manusia akan Allah yang Esa. Ini adalah tempat di mana ketauhidan diwujudkan dalam bentuk fisik yang dapat dilihat dan dihadapi oleh umat Islam di seluruh dunia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.