BREAKING NEWS
 

Teosofi Haji (41)

Ka’bah Sebagai Rumah Pembebasan

Kamis, 18 Juli 2024 05:57 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Sesuai dengan Namanya, Ka’bah dikenal juga sebagai rumah pembebasan (Bait al-‘Atid). Disebut demikian karena kehadiran ban­gunan suci Ka’bah sesungguh­nya sadalah symbol pembebasan.

Ketika Adam dan hawa melanggar peraturan surga lalu keduanya dijatuhkan ke bumi penderitaan dari langit kebahagiaan. Pada saat itulah Allah SWT menginstruksikan malaikat untuk membuatkan rumah pertobatan atau rumah pembebasan bagi Adam dan Hawa.

Baca juga : Meneguhkan Visi Kehidupan

Ka’bah adalah makhluk syurgawi yang diu­tus untuk menjemput anak manusia di bumi penderitaan untuk kembali ke syurga kebahagiaan. Ka’bah ber­fungsi untuk menenangkan kembali hati dan pikiran Adam dan Hawa beserta anak cucunya yang jiwanya bergejolak sebagai kekhilafan yang baru dilakukannya.

Yang lebih penting Ka’bah mendekatkan kembali anak manusia setelah berjauhan dari Tuhannya. Tidak ada bentuk penderitaan pal­ing pedih selain hamba berjarak dengan Tuhannya. Itulah sebabnya Allah SWT menurunkan sebuah ayat dalam rangkaian drama kosmik di dalam surah Al-A’raf berikut ini: “Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang pal­ing baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekua­saan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. (Q.S. Al-A’raf/7:26).

Baca juga : Mengenal “Al-Qur’an Takwini”

Jalan penyelamatan setelah tersesat karena pelanggaran ialah menutupi aurat sebagai simbol dosa dan kem­aluan. Penutup aurat dan sekaligus dilengkapi dengan perhiasan dan aksessoris ialah pakaian ketkwaan (libas al-taqwa). Pakaian ketakwaan inilah yang mampu menutupi aurat kelemahan dan dosa kita sebagai umat manusia.

Adsense

Renungkan kembali ketika kita mandi ihram sebelum menunaikan haji. Kita telanjang bulat. Kemdian kita membersihkan diri dengan air dalam bentuk mandi sunat untuk ih­ram. Setelah itu kita menggunakan pakaian khusus yang membalut lekuk-lekuk tubuh kita. Sepotong kain ihram putih tak berjahit, seka­ligus mengingatkan kita sebagai pakaian di dalam liang lahat. Tidak ada satupun menyertai kita selain kelembar kain itu. Tidak ada atribut dan tanda pangkat dan jabatan. Tidak ada juga berbagai jenis harta kekayaan yang kita miliki.

Baca juga : Misteri Mina

Pakaian ketakwaan tidak pernah hancur ber­sama hancurnya tubuh sekalipun. Pakaian ini yang menyertai dan sekaligus membela kita sepanjang zaman di akhirat kelak.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense