Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Di antara ulama yang memberikan penjelasan tentang makna spiritual di balik Maqam Ibrahim ialah Imam Al-Ghazali, seorang ulama dan filsuf Islam terkenal. Menurutnya, Maqam Ibrahim yang terletak di dekat Ka’bah di Masjidil Haram, dianggap sebagai tempat yang mustajab untuk berdoa.
Tempat ini adalah simbol dari kedekatan dan keterhubungan yang sangat erat antara manusia dengan Allah. Setiap doa yang dipanjatkan di sini dianggap memiliki peluang lebih besar untuk dikabulkan, mengingat tempat ini diberkati karena jejak kaki Nabi Ibrahim.
Baca juga : Makna Spiritual Di Balik Maqam Ibrahim (1)
Menurut Al-Gazali, semua tempat dan waktu ciptaan Allah SWT tidak semuanya sama dalam kualitas dan keberkahan. Shalat di depan Ka’bah ratusan kali pahalanya dibanding dengan tempat di luarnya. Waktu beribadah dalam bulan suci Ramadhan pahalanya berkali-kali lipat dibandingkan beribadah di luar bulan ini.
Semuanya ini menandakan adanya waktu dan tempat lebih berkah dari pada yang lainnya. Inilah Maqam Ibrahim, salahsatu tempat yang berkah untuk berdoa.
Baca juga : Makna Spiritual Di Balik Hijir Ismail
Imam Al-Ghazali juga menekankan Maqam Ibrahim adalah simbol keteguhan iman dan ketaatan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT. Jejak kaki Nabi Ibrahim yang tertinggal di batu tersebut menjadi bukti nyata dari keimanan dan pengabdian totalnya kepada Allah SWT, meskipun menghadapi berbagai ujian yang berat.
Umat Islam diingatkan untuk meneladani keteguhan dan ketaatan ini dalam kehidupan sehari-hari mereka. Maqam Ibrahim mengingatkan umat Islam akan pengorbanan besar yang dilakukan Nabi Ibrahim dan keluarganya demi menjalankan perintah Allah.
Baca juga : Makna Spiritual Di Balik Hajar Aswad
Hal ini tercermin dalam berbagai kisah tentang pengorbanan Ibrahim, termasuk kesiapannya untuk mengorbankan putranya Ismail. Ia melihat semuanya itu sebagai pembelajaran (lesson learning) bagi umat Islam untuk siap berkorban demi ketaatan kepada Allah.
Ia mendorong umat Islam untuk merenungkan makna spiritual di balik ritual dan tempat suci, seperti Maqam Ibrahim. Tempat ini bukan sekadar batu dengan jejak kaki, melainkan titik refleksi di mana umat Islam bisa merenungkan perjalanan spiritual mereka, memperkuat iman, dan memperbaharui niat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.