Dark/Light Mode

Meneguhkan Visi Kehidupan

Rabu, 17 Juli 2024 05:42 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun bulan Ramadhan telah berlalu tetapi spirit Ramadhan sedapat mungkin kemabruran amaliah yang telah kita lakukan di dalamnya tetap dipetahankan. Kemambruran suatu ibadah sangat ditentukan oleh ke­mampuan seseorang memanej kalbu­nya.

Jika seseorang mampu memanaj kalbunya dengan baik makan sudah barangtentu kemabruran ubudiyah di dalamnya tetap bertahan. Namun jika seseorang gagal memanaj kalbunya maka akan lebih mudah kehilangan kemabruran ubudiyah-nya.

Baca juga : Mengenal “Al-Qur’an Takwini”

Kemampuan seseorang untuk dapat merawat kalbu dan pikiran sangat menentukan kemabruran martabat tersebut. Al-Qur’an meng­ingatkan kita perlunya merawat Indera-indera batin kita, sebagaima­na diingatkan dalam ayat: Dan ses­ungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakan­nya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya un­tuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai tel­inga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Q.S. Al-A’raf/7:179).

Langka pertama yang harus dilakukan dalam merawat kemabruran iabadah ialah ketegasan di dalam menentukan visi hidup. Allah Swt menegaskan sebuah pertanyaan substansial kepada manusia di dalam sebuah ayat berdiri sendiri: “Maka kalian mau kemana?” (Q.S. Al-Takwir/81:26).

Baca juga : Misteri Mina

Pertanyaan Tuhan ini, bukan menanyakan sebuah perjalanan pendek tetapi road map kehidupan kita. Arah perjalanan hidup ini au ke mana? Tentu bukan hanya kehidupan duniawi kita yang berjangka pendek tetapi perjalanan panjang kehidupan ini sampai di hari akhirat tanpa batas.

Hidup ini tidak lain adalah sebuah perjalanan panjang sebagaimana di dalam firmannya: Tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka? (Q.S. Yusuf/12:109).

Baca juga : Hikmah Pelemparan Jamarat

Dalam ayat lain Allah SWT menyerukan setiap orang untuk menjalani kehidupannya dengan memaahami petunjuk (directions) yang Allah sendiri berikan sebagai sarana di dalam menempuh perjalanan itu, sebagai aman disebutkan: Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Q.S. Ali ‘Imran/3:137).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.