Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Meskipun bulan Ramadhan telah berlalu tetapi spirit Ramadhan sedapat mungkin kemabruran amaliah yang telah kita lakukan di dalamnya tetap dipetahankan. Kemambruran suatu ibadah sangat ditentukan oleh kemampuan seseorang memanej kalbunya.
Jika seseorang mampu memanaj kalbunya dengan baik makan sudah barangtentu kemabruran ubudiyah di dalamnya tetap bertahan. Namun jika seseorang gagal memanaj kalbunya maka akan lebih mudah kehilangan kemabruran ubudiyah-nya.
Baca juga : Mengenal “Al-Qur’an Takwini”
Kemampuan seseorang untuk dapat merawat kalbu dan pikiran sangat menentukan kemabruran martabat tersebut. Al-Qur’an mengingatkan kita perlunya merawat Indera-indera batin kita, sebagaimana diingatkan dalam ayat: Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (Q.S. Al-A’raf/7:179).
Langka pertama yang harus dilakukan dalam merawat kemabruran iabadah ialah ketegasan di dalam menentukan visi hidup. Allah Swt menegaskan sebuah pertanyaan substansial kepada manusia di dalam sebuah ayat berdiri sendiri: “Maka kalian mau kemana?” (Q.S. Al-Takwir/81:26).
Pertanyaan Tuhan ini, bukan menanyakan sebuah perjalanan pendek tetapi road map kehidupan kita. Arah perjalanan hidup ini au ke mana? Tentu bukan hanya kehidupan duniawi kita yang berjangka pendek tetapi perjalanan panjang kehidupan ini sampai di hari akhirat tanpa batas.
Hidup ini tidak lain adalah sebuah perjalanan panjang sebagaimana di dalam firmannya: Tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka? (Q.S. Yusuf/12:109).
Baca juga : Hikmah Pelemparan Jamarat
Dalam ayat lain Allah SWT menyerukan setiap orang untuk menjalani kehidupannya dengan memaahami petunjuk (directions) yang Allah sendiri berikan sebagai sarana di dalam menempuh perjalanan itu, sebagai aman disebutkan: Sesungguhnya telah berlalu sebelum kamu sunnah-sunnah Allah; karena itu berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul). (Q.S. Ali ‘Imran/3:137).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.