Tausiah Politik
Sebelumnya
Dari keterangan dalil-dalil di atas dapat disimpulkan bahwa tidak ada masalah memberi salam atau menerima salam kepada atau dari umat non-muslim, jika itu dengan niat yang baik serta sesuai ucapan salam yang lumrah diucapkan, seperti ucapan salam yang bersifat generik, umum, atau salam universal, semisal Selamat Pagi, Selamat Siang, Selamat Malam, dan Salam Sejahtera. Namun, perbedaan pendapat muncul manakala memberi salam dengan menggunakan simbol salam agama masing-masing untuk komunitas lain.
Baca juga : Jaminan Sosial Hari Tua Warga Non-Muslim
Sebagian ulama berpendapat boleh memberi atau menjawab salam dengan salam standard muslim kepada atau dari umat non-muslim dengan keyakinan makna generik salam itu adalah salam universal. Apalagi lafad: “Assalamu alaikum wa rahmatullah wa barakatuh” yang dianggap sudah menjadi salam nasional untuk bangsa Indonesia. Sebagian lagi berpendapat tidak boleh karena itu khas untuk umat Islam. Kelompok lain berpendapat boleh jika ada dalam satu pertemuan di dalamnya ada orang Islam.
Baca juga : Memberi Kebebasan Beribadah Warga Non-Muslim
Perbedaan pendapat muncul apakah umat Islam boleh memulai menyampaikan salam kepada orang-orang non-muslim? Sebagian ulama seperti Ibn Qayyim, Imam Al-Qurtubi, Ibnu Hajar al-‘Asqallani, Imam Al Qaradawi, dan Yusuf Qardhawi membolehkan umat Islam mendahului memberi salam kepada orang-orang non-muslim. Alasannya antara lain ayat dalam al-Qur’an: “Allah tidak melarang kamu kalian berbakti kepada mereka yang tidak memerangi dan tidak mengeluarkan kamu kalian daripada rumah-rumah kamu”. (Q.S. Al-Mumtahanah/60:8) dan “Di antara melakukan kebaikan adalah memberi salam kepada mereka”. (Q.S. Maryam/19:47), yakni Nabi Ibrahim memberi salam kepada ayahnya yang non-muslim. Allahu a’lam.
Baca juga : Menjadikan Non-Muslim Sebagai Orang Dalam
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Rabu, 7 Agustus 2024 dengan judul "Akhlak Nabi Terhadap Warga Non-Muslim (7), Memberi Salam Kepada Non-Muslim"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.