Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Kehadiran Al-Qur’an bukti paling besar kepemihakan Tuhan kepada manusia. Makhluk lainnya cukup dituntun oleh hukum alam (sunnah Allah/natural low), tetapi manusia ditambahkan sebuah special direction bernama Al-Qur’an.
Allah Maha Tahu kalau manusia diciptakan sebagai makhluk paling cerdas tetapi tidak berarti tidak memiliki kekurangan dan kelemahan. Manusia memang cerdas tetapi pelupa. Manusia dikarunia akal tetapi suka mabuk. Manusia dilukiskan sebagai ahsan taqwim tetapi juga sering dilukiskan menjadi asfala safilin.
Dengan mempertimbangkan kelemahan dan dengan mengingat amanah yang diembannya begitu besar, maka Allah SWT memberikan extra directions untuk memudahkan manusia menjalani double capacity-nya sebagai hamba dan sekaligus khalifah di bumi.
Tidak cukup hanya dengan Al-Qur’an, Allah SWT pun menyempurnakan hidayah besarnya kepada umat manusia dengan mengutus nabi dan rasul untuk memberikan penjelasan (mubayyan) terhadap wahyu. Penjelasan dan keterangan yang dilakukan Nabi terhadap Al-Qur’an dianggap merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ajaran Al-Qur’an itu sendiri.
Baca juga : Al-Quran Dan Antropomorfisme
Tidak boleh menerima wahyu tetapi menolak al-sunnah/hadis. Antara keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain.
Keberadaan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda-beda satu sama lain. Ada yang memahami Al-Qur’an secara standar, sebagaimana tertera di dalam Al-Qur’an dan dibantu dengan terjemahannya, sebagai mana marak di pasaran sekarang ini.
Sebagian lagi sudah masuk ke wilayah makna batin atau makna esoteris di dalam Al-Qur’an. Yang lainnya dalam jumlah terbatas sudah mampu memetik makna dan tujuan yang maha dekat.
Al-Qur’an sebagai pedoman hidup memang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, namun kehadirannya dapat dirasakan di dalam hati seiap orang. Banyak orang yang secara teori memahami seluk beluk wahyu, bahkan mereka mendapatkan gelar dalam bidang Studi Al-Qur’an, namun bukan jaminan yang bersangkutan bisa merasakan kehadiran wahyu di dalam hati sanubarinya.
Baca juga : Membiasakan Istiqamah
Kedalaman wahyu tidak sama bagi setiap orang. Ada yang baru sampai dalam tingkat memahami secara umum (knowing), ada yang memahami secara mendalam (understanding), ada yang memahami sekaligus menghayati dan merealisasikannya (realizing). Inilah arti dan makna kata iqra’ diperintahkan berulang-ulang oleh Jibril, yakni jangan berhenti di taraf iqra’ pertama (knowing), iqra’ kedua (understandiung) tetapi harus sampai ke taraf iqra’ ketiga (realizing).
Masalahnya sekarang bagaimana metode untuk sampai ke tingkat iqra’ ketiga, sebuah tingkatan yang mampu menyuguhkan suasana batin ‘merasakan kehadiran wahyu’ di dalam batin. Merasakan kehadiran wahyu berbeda dengan merasakan kehadiran ilham, ta’lim, atau inspirasi cerdas.
Dengan kata lain, beda rasa wahyu dan rasa ilham atau ta’lim. ‘Rasa wahyu’ diisyaratkan dalam ayat: Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal (Q.S. Al-Anfal/8:2).
Bandingkan dengan ayat lain: (yaitu) orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sembahyang dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka (Q.S. Al-Haj/22:35). Bersambung
Baca juga : Menjauhi Ujaran Kebencian (Hate Speech)
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Mnggu, 28 Juli 2024 dengan judul "Teomorfisme Al-Qur’an (1)"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.