Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Salah satu pengertian muru’ah ialah memiliki rasa malu yang tinggi untuk melakukan ketercelaan. Muru’ah merupakan modal besar bagi seseorang di dalam menempuh perjalanan hidupnya. Orang yang tidak punya rasa malu sama dengan mayat berjalan.
Kehilangan rasa malu betul-betul sangat memalukan, tetapi yang lebih memalukan lagi ialah pemimpin yang tidak memiliki rasa malu. Banyak hadis yang mengingatkan pentingnya rasa malu, di antaranya hadis dari Yazid Ibnu Thalhal Ibnu Rukanah, Nabi bersabda: Setiap agama memiliki akhlak, dan sesungguhnya akhlaknya Islam adalah rasa malu. (HR Malik bin Anas, al-Muwattha’, Jilid 2, halaman 905).
Baca juga : Pemimpin Perempuan Dalam Islam
Dalam hadis lain diceritakan dari Imran Ibnu Husain, Nabi bersabda: Rasa malu adalah kebaikan seluruhnya. (HR Muslim, Sahih Muslim, Jilid 1, halaman 47).
Dalam hadis lain diriwayatkan dari Zaid bin Aslam: seorang lelaki pada masa Nabi mengaku telah berzina, lalu Nabi meminta cambuk untuknya, maka diberikanlah cambuk yang rusak (patah), Nabi mengatakan yang lebih baik dari ini. Lalu diberikanlah cambuk (tangkai) yang baru yang masih ada buahnya. Lalu Nabi mengatakan bukan yang ini. Lalu diberilah cambuk yang sudah jadi dan lembut. Lalu Nabi memerintahkan untuk mencambuknya. Lalu Nabi mengatakan kepada para sahabatnya: Telah tiba waktunya engkau sekalian untuk senantiasa menghindari hal-hal yang dilarang oleh Allah. Barangsiapa yang melakukan kekejian ini maka sebaiknya ia menutupi dengan penutup Allah karena barangsiapa yang menyatakan tingkah lakunya kepada kami maka kami akan menghukumnya sesuai dengan ketentuan-Nya (al-Qur’an). (HR Malik bin Anas, al-Muwattha, Jilid 2, halaman. 825).
Baca juga : Pelajaran Moral Politik Dari Ratu Balqis (2)
Riwayat lain dari Salim berkata: Aku telah mendengar Abu Hurairah mengatakan: Aku telah mendengar Nabi bersabda: Setiap umatku dimaafkan kecuali orang-orang yang melakukan kejahatan secara terang-terangan. Dan yang termasuk terang-terangan ialah seorang lelaki melakukan kekejian di malam hari dan Allah menutupinya, tetapi kemudian ia mengatakan kepada orang lain: aku telah melakukan ini dan ini (kekejian), padahal Allah telah menutupinya di malam itu tetapi ia tetap membuka (aibnya sendiri) di siang hari. (HR Bukhari, Sahih al-Bukhari, Jilid 5, halaman. 5524).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.