Tausiah Politik
Sebelumnya
Menyimpan rahasia yang memalukan diri sendiri atau memalukan orang lain adalah rahasia yang berharga bagi manusia untuk disembunyikan. Seolah-olah Allah Swt secara tidak langsung memaafkan dosa-dosa apapun yang dilakukan dengan cara merahasiakan perbuatan dosa dan aib yang telah dilakukan. Sebaliknya dosa atau kemaksiyatan yang telah dilakukan lalu diungkapkan kepada public, apalagi jika itu dijadikan kebanggaan maka itulah yang paling dibenci Tuhan berdasarkan analisis dari hadis-hadis di atas.
Masalah-masalah sosial yang menjurus kepada fitnah besar banyak disebabkan oleh terlalu bebasnya mulut ini mengungkap hal-hal yang sesungguhnya tidak perlu, apalagi jika hal itu menyingkap rasa malu diri atau orang lain. Apa jadinya jika seorang pemimpin suka mengumbar kata-kata yang tidak pantas, tidak sesnono, atau tidak berakhlak.
Baca juga : Pemimpin Perempuan Dalam Islam
Masyarakat akan mencontoh pemimpinnya. Jika seorang pemimpin memelihara kerahasiaan warga yang dipimpinnya, atau merahasiakan rahasia jabatan yang berada di kewenangannya, maka itulah yang layak menjadi pemimpin.
Seorang pemimpin tidak perlu mengemukakan seluruh unek-unek yang ada dikepalanya. Cukuplah dia sendiri yang tahu. Kalau perlu seolah-olah ia tidak memahami apa yang sesungguhnya telah terjadi, walalupun sesungguhnya sangat well inform terhadap masalah yang kontroversi itu. Mari kita menjadi pemimpin yang berwibawa dengan cara tidak mengumbar statemen yang memalukan diri sendiri atau orang lain.
Baca juga : Pelajaran Moral Politik Dari Ratu Balqis (2)
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 5, edisi Kamis, 26 September 2024 dengan judul "Pemimpin Politik Muru’ah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.