BREAKING NEWS
 

Moderasi Beragama Di Indonesia (8)

Mengapa Reartikulasi Penting?

Minggu, 19 Januari 2025 06:04 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Kita tidak bisa menutup mata, kini sedang terjadi jarak antara ajaran agama dan lingkungan pacunya. Bahkan dirasakan, agama juga semakin berjarak dengan pemeluknya. Tidak sedikit orang merasa teralienasi dengan ajaran agamanya.

Berbagai kontradiksi sedang terjadi di dalam kehidupan masyarakat. Idealisasi ajaran agama dirasakan tidak simetris lagi dengan idealisasi kehidupan nyata di dalam masyarakat.

Baca juga : Agama Dan Negara: Saling Mengontrol Dan Saling Kontributif

Ajaran agama dirasakan semakin dogmatis, normatif, berorientasi masa lampau, konservatif, statis, tradisional, tekstual, kualitatif dan deduktif. Sementara lingkungan pacu kehidupan dirasakan semakin rasional bahkan liberal, bebas, berorientasi masa depan, dinamis, mobile, sophisticated, kontekstual, kuantitatif dan induktif.

Ajaran agama semakin terasa membebani, membatasi dan mengikat pemeluknya. Akibatnya ajaran agama dikesankan kehilangan zona nyaman dan syahdu. Agama tidak banyak lagi menjanjikan ketenangan, kesyahduan dan kepuasan batin.

Baca juga : Bipolaritas Antara Agama Dan Negara

Sementara lingkungan pacu kehidupan semakin menantang manusia untuk berani melakukan terobosan, memotong jalan mencapai tujuan dan kebahagiaan, terlepas itu kebahagiaan semu atau bukan.

Suasana batin di rumah-rumah ibadah seperti di mesjid, gereja, pura, klenteng dan lain-lain, terasa sangat lain dengan suasana di kantor, pasar dan tempat kerja. Akibatnya, agama bukan saja tidak mampu memberikan tuntunan tetapi tidak connect antara keduanya. Padahal, justru ajaran agama diharapkan memberikan tuntunan di dalam berbagai aspek kehidupan manusia.

Baca juga : Filosofi “Bhinneka Tunggal Ika”

Jika jarak ini tidak terselesaikan maka dikhawatirkan menimbulkan dampak hipokrit, kepura-puraan, dan kepribadian ganda (split personality). Bahkan yang lebih buruk lagi ialah bisa melahirkan faham garis keras yang pada akhirnya melahirkan kelompok radikal dan teroris.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense