Dark/Light Mode
Beragama Dalam Keberagaman (56)
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (GMHK) salah satu aliran yang masih dianggap kontroversi dalam tradisi Agama Kristen di Indonesia.
GMHK dalam sejarahnya berdiri pada 21 Mei 1816 yang diprakarsai oleh Hiram Edson, James S White dan isterinya Ellen G White, Joseph Bates, dan JN Anderson. Aliran ini berhubungan dengan tokoh kontroversi, William Miller, yang pernah memprediksi Yesus akan datang kembali ke dunia ini pada tanggal 22 Oktober 1844, namun kenyataannya Yesus tidak hadir.
Semenjak itu kalangan pengikut Muller kecewa besar dan meninggalkan aliran ini. Namun sebagian di antaranya tetap mempertahankan ajaran-ajaran kelompoknya dan pada akhirnya mengabadikan nama kelompoknya dengan Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh (the Seventh-day Adventist Church).
Aliran ini semakin hari semakin bertambah luas penganutnya ke berbagai belahan dunia.
Di Indonesia sendiri, menurut Puslitbang Kehidupan Keagamaan Kementerian Agama (2012), pengikut GMHK mulai dikenal sejak tahun 1900, ketika seorang pendeta Metodis Amerika, RW Munson menetap di beberapa kota di Indonesia seperti Padang dan Medan. GMHK di Pulau Jawa dikembangkan oleh Sister Petra Tunheim, misionaris dari Australia sejak tahun 1910.
Baca juga : Kepercayaan Dewata Sewwae Bugis-Makassar (Bagian 2)
Berikutnya GMHK menyebar sampai ke Sulawesi Utara dan Maluku. Setelah Indonesia merdeka, GMHK semakin meluas ke beberapa provinsi di Indonesia.
Menurut hasil penelitian Kementerian Agama dengan mengutip statistik tahun 2011, Gereja Advent sudah memiliki tidak kurang dari 718 gereja dengan 101.798 anggota Jemaat, dan di Indonesia Timur sebanyak 725 gereja dan 108.466 anggota jemaat. Meskipun demikian, GMHK masih sering mendapatkan kesulitan di dalam memperoleh pengakuan penuh dari pemerintah karena dianggap mempunyai beberapa ajaran yang kontroversi.
Di antara ajaran GMHK ialah penafsiran Miller yang kemudian direvisi dengan pendapat yang menjelaskan bahwa pada hari itu Yesus memasuki ruang maha suci di Bait Suci Surgawi dan memulai penghakiman dunia ini.
Di Bait Suci Surgawi itu, Yesus Kristus memulai pekerjaan penghakimannya demi keselamatan manusia sebab: “Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka” (Ibrani 7:25).
Para pengikut Advent percaya bahwa Yesus akan segera datang, tetapi tak seorang pun bisa memastikannya.
Baca juga : Kepercayaan Dewata Sewwae Bugis-Makassar (Bagian 1)
Para anggota jemaat GMHK dilarang melakukan hal-hal yang dianggap merusak tubuh, seperti rajah (tato) dan melubangi daun telinga atau cuping hidung untuk dipasangi anting-anting. Semua ini didasarkan pada ucapan Rasul Paulus: Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri (Korintus 6:19).
Di samping itu, para anggota jemaat harus memelihara tubuh dan kesehatan sebagaimana yang menjadi concern gereja Advent.
Orang Advent dikenal oleh sebab “pesan kesehatan” mereka yang menganjurkan vegetarianisme dan kepatuhan terhadap hukum halal-haram dalam Imamat 11. Pesan kesehatan ini adalah berpantang dari daging babi, kerang, dan makanan lain yang digolongkan sebagai “makanan haram”.
Gereja mencegah anggotanya dari penggunaan alkohol, tembakau atau obat-obatan terlarang. Selain itu, orang-orang Advent menghindari konsumsi kopi dan minuman yang mengandung kafein.
Perintis Gereja Advent mendorong dan menjadi pemrakarsa sarapan sereal, dan “konsep komersial modern makanan sereal” dikatakan berasal dari kalangan orang Advent. Ia menyatakan bahwa penekanan pada usaha kesehatan, pemilihan makanan, dan pemeliharaan Sabat sebagai faktor utama yang membuat orang Advent berumur panjang.
Menurut survei tahun 2002, di seluruh dunia oleh Gereja ini, diperkirakan sekitar 35% dari orang Advent mempraktikkan vegetarian.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 7, edisi Jumat, 10 Januari 2025 dengan judul "Beragama Dalam Keberagaman (56), Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.