BREAKING NEWS
 

Gandamana Dan Pandu Makin Mesra

Senin, 17 Februari 2025 07:42 WIB
DR Ki Rohmad Hadiwijoyo
Dalang Wayang Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Gandamana menganggap Prabu Pandu Dewanata seba­gai guru politik. Selain belajar politik, Gandamana ngangsu kawruh dan kanuragan kepada raja Hastina. Hubungan keduanya ibarat tidak dapat dipisahkan. Keduanya kompak setelah Gandamana bergabung pemerintahan Pandu. Gandamana diangkat sebagai Patih kerajaan Hastina. Namun takdir berkata lain. Di penghujung karir politiknya, Gandamana tewas di tangan Bima anak Pandu Dewanata. 

“Yang namanya jodoh, rezeki, dan mati bukan urusan ­manusia, Mo,” celetuk Petruk sok tahu. Romo Semar mengangguk setuju ­dengan komentar Petruk. Romo Semar sebenar­nya kurang sreg ­ngomong masalah politik. Pemerintahan baru saja melewati seratus hari. Namun sudah “gege mongso” bicara strategi koalisi permanen. 

Seperti biasa, Romo Semar mengawali paginya dengan secangkir kopi pahit. Pisang rebus dan jadah bakar tidak ketinggalan sebagai menu kelangenan sarapan paginya. Kepulan asap rokok klobot membawa ingatannya ke zaman Mahabarata. Di mana, karier politik Arya Gandamana berakhir dengan tragis.

Baca juga : Erosi Kekuasaan Jongring Saloka

Kocap kacarito, Arya Gandamana adalah anak Prabu Gandabayu raja kerajaan Pancala. Gandabayu memiliki dua anak. Yang pertama adalah Dewi Gandawati dan Gandamana sebagai anak nomor dua. Gandawati kawin dengan Prabu Drupada, yang akhirnya menjadi penerus raja Pancala. Sedangkan Arya Gandamana memilih mengembara berguru kepada Prabu Pandu Dewanata.

Adsense

Gandamana memiliki sifat temperamen tinggi dan gampang marah. Namun dalam mempertahankan idiologi, Gandamana dikenal sebagai patriot sejati. Watak Gandamana yang pemberani menjadi panutan dan teladan bagi para kawula. 

Bambang Kumbayana atau lebih dikenal Durna muda, datang ke Pancala berniat menemui Prabu Drupada. Konon Drupada dan Kumbayana adalah teman seperguruan. Namun kedatangan Kumbayana tidak sopan sehingga memicu kemarahan Gandamana. Kumbayana dihajar dan diseret ke alun-alun. Akibatnya fatal, Durna tubuhnya rusak dan memicu dendam berkepanjangan. 

Baca juga : Pasukan Yuyu Rumpung Perusak Samudera

Gandamana pergi ke Hastina menghadap Prabu Pandu Dewanata untuk belajar ilmu kanuragan. Pandu melihat Gan­damana sebagai sosok murid yang cerdas. Hingga hubungan keduanya terjalin dengan baik. Puncaknya saat Gandamana bersedia bergabung ke dalam Pemerin­tahan Hastina. Pandu meng­angkat Gandamana sebagai patih kerajaan. 

Kemesraan Pandu dan Gandamana memicu polemik di kalangan elite Hastina. Salah satunya adalah Harya Suman atau Sengkuni. Suman tidak suka hubungan Pandu dan Gandamana lengket seperti karet. Sengkuni berniat memisahkan hubungan Pandu dan Gandamana. Karena Sengkuni mengincar jabatan patih yang diemban Gandamana. 

Sengkuni mencari jalan mendepak Gandamana keluar dari Hastina. Segala cara ditempuh untuk memuluskan rencana jahat tersebut. Sengkuni menfitnah Gandamana berani berkhianat terhadap Pandu. Strategi adu domba Sengkuni tidak sia-sia dan membuahkan hasil. Pandu termakan omongan Sengkuni. Akhirnya Gandamana diusir dari Hastina. 

Baca juga : Memboyong Kembali Dewi Sri

“Sengkuni tukang fitnah Mo,” Sela Petruk membuyarkan lamunan Romo Semar. “Betul, Tole. Di mana tempat ada Sengkuni pasti bakalan kisruh,” jawab Romo Semar pendek. “Untuk itu perlunya laku eling dan waspodo untuk menjaga persahabatan sejati,” papar Romo Semar sambil ngeloyor pergi. Oye

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense