BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (16)

Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 2)

Senin, 11 Agustus 2025 06:12 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Periode keempat, ditandai dengan melemahnya pusat-pusat kerajaan Islam dan kebangkitan Eropa di abad XIII. Periode ini ditandai dengan semakin bangkitnya pemikiran dunia Barat, khususnya Eropa. Penelitian dan aktivitas keilmuan berkembang pesat. Buku-buku dan kitab-kitab yang baik dari Timur Islam, diambil dan diterjemahkan ke dalam bahasa Eropa, khususnya bahasa Inggris, bahasa Prancis, dan bahasa Spanyol. Pada saat bersamaan, dunia Islam sudah mencapai puncak kemundurannya. Terkoyak-koyak oleh orang Islam sendiri, seperti pernah diungkapkan oleh Ali Nadwi dan Muhammad Abduh bahwa: Al-muslimun mahjubun bil muslimin, umat Islam itu dihijab/ dibendung oleh umat Islam sendiri.

Kebangkitan hellenisme jilid II maju cepat, termasuk menghidupkan kembali mazhab empirisme Aristoteles dan rasionalisme Plato, yang kemudian dikenal Neo Platonisme.

Kedudukan agama pada periode ini mengalami stagnan. Satu persatu dunia Islam takluk di bawah kekuasaan penjajah Barat. Dunia Barat hanya mengembangkan sains dan teknologi tetapi melupakan agama sebagai pembimbingnya.

Baca juga : Belajar Dari Kajian Prof LWH Hull (Bagian 1)

Hal ini juga bisa diketahui melalui pengambilan buku-buku sains tetapi buku-buku agama dan moral ditinggalkan, bahkan pernah dibuang ke Sungai Nil yang menyebabkan beberapa minggu air Sungai Nil menjadi hitam karena tinta kitab dan buku-buku agama.

Inilah kekeliruan Barat ketika itu, merampas kekayaan intelektual dunia Islam tetapi meninggalkan agama yang membimbingnya. Mereka baru sadar setelah bom atom meledak di Hirosima dan Nagasaki. Ternyata benar bahwa iqra’ tanpa bi ismi Rabbik adalah malapetaka keamnusiaan.

Dalam periode ini, berkembang paham positivisme yang menganggap agama adalah candu bagi masyarakat. Semua bisa diselesaikan dengan sains dan teknologi.

Baca juga : Menegakkan Sikap Keterbukaan Akademik

Memang mistisisme di Barat bisa diredam, tetapi mempertentangkan ilmu pengetahuan dan agama merupakan kesalahan besar. Akibat dari berbagai kekecewaan ini, maka muncul suatu kecenderungan baru dalam masyarakat untuk merevisi ulang pandangan hidup dunia Barat yang sedemikian jauh dirasuki pikirannya dengan sekularisme.

Kecenderungan inilah, menurut Prof. Hull, yang menjadi cikal bakal lahirnya periode berikutnya, yaitu periode kebangkitan Islam jilid II.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Senin, 11 Agustus 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (16) Belajar Dari Kajian Prof L.W.H Hull (Bagian 2)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense