Tausiah Politik
Sebelumnya
Sebagaimana ilmuwan Islam di abad itu, Nasiruddin sulit mengukur keahlian utamanya karena sama-sama ditekuninya. Ingat Ibnu Rusyd yang memiliki jam praktik pagi sebagai dokter spesialis, siang sebagai fuqaha dan filosof, sedangkan malamnya sebagai ahli spiritual. Wawasan keilmuan yang begitu luas dan komprehensif membuat pribadi mereka lebih utuh.
Konsep astronomi Nasiruddin berbeda dengan dasar-dasar astronomi yang pernah diletakkan di dalam era kerajaan Romawi Kuno. Ia membantah karya astronom terkemuka, yaitu Ptolemeus, yang menempatkan bumi sebagai pusat geometri bola-bola langit. Nasiruddin menemukan pengajuan model planet baru yang non-Ptolemeus. Ia menggambarkan dua bola, yang satu berputar di dalam dan yang lainnya di luar.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Optik
Model planet baru ini dikerjakan, diselesaikan, dan disempurnakan oleh asistennya bernama Qutbuddin Syirazi, Damaskus dan Ibn Syathir. Karena temuannya inilah sehingga sejarawan AS, ES Kennedy, menyebut Nasiruddin sebagai Thusi Couple. Temuan Nasiruddin ini juga diakui oleh fisikawan modern, Ajram (1992).
Kalangan ilmuwan modern belum lama ini menemukan sebuah kemiripan dengan apa yang telah dirintis oleh Nasiruddin dengan model yang telah ditemukan Copernicus, seorang astronot Eropa yang kemudian dianggap sebagai penemu teori gerak planet yang lebih valid.
Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Aljabar
Menurut SH Nasr, temuan Copernicus tidak bisa dipisahkan dengan temuan Nasiruddin, karena karya-karya Nasiruddin juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa-bahasa Eropa. Pernyataan Nasr dalam hal ini merupakan bahasa lain dari Copernicus menjiplak karya Nasiruddin. Banyak sekali karya ilmuwan Islam dikembangkan oleh ilmuwan Barat tetapi sama sekali tidak dikutip. Ini artinya ada ketidakjujuran ilmiah juga mewarnai sebagian ilmuwan Barat. Karya-karya mirip plagiasi ilmuwan Barat dari ilmuwan Islam akan dibahas tersendiri di dalam artikel mendatang.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 17 September 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (35) Karya Peradaban Islam: Observatorium"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.