BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (36)

Karya Peradaban Islam: Dasar-Dasar Metode Ilmiah

Kamis, 18 September 2025 06:30 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Yang dimaksud Dasar-Dasar Metode Ilmiah di sini bukan saja dalam ilmu logika tetapi lebih kepada ilmu fisika, kimia dan biologi, Di antaranya ialah Piknometer, suatu alat yang digunakan untuk mengukur berat jenis cairan. Berupa gelas bulat. Alat ini selain murah juga cukup mudah untuk dioperasikan.

Termasuk dalam hal ini ialah Elemen Astrologi menjadi teks standar dalam dalam Quadrivium selama berabad-abad digunakan hingga saat ini.

Tokoh paling terkemuka dalam temuan ini ialah Al-Biruni. Jasanya meletakkan dasar-dasar metode ilmiah modern. Dasar-dasar metodologi itu meliputi bidang matematika, astronomi, geografi, geologi, kimia, sejarah dan perbandingan agama.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Observatorium

Cabang matematika yang dikuasai Al- Biruni ialah geometri dan trigonometri yang pernah mendapatkan pengakuan dari UNESCO (1986). Prestasi Al- Biruni diganbarkan oleh SH Nasr: “Tidak seorang pun dalam Islam yang menggabungkan kualitas seorang saintis besar dengan cendekiawan yang cermat, penyusun, dan sejarawan setingkat dengan Al-Biruni”. Menurut Ajram, tanpa temuan-temuan Al- Biruni tidak mungkin ada Galileo, Copernicus dan Newton.

Al-Biruni yang bernama lengkap Abu Al-Raihan Muhammad ibn Ahmad ibn al-Biruni, lahir di Kath, Khwarismi, Iran. Ia termasuk pengembara ke berbagai plosok dunia untuk melakukan ekpedisi ilmiah. Ia amat terkesan ketika ia mengikuti perjalanan Sultan Mahmud ke India.

Di sana ia mempelajari bahasa Sansekerta dan berbagai hal mengenai India. Ia disebut oleh George Sarton (1952) sebagai Leonardo da Vinci-nya Islam. Bahkan Ajram (1992) menyebutnya jauh lebih hebat dari pada da Vinci.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Optik

Menurut Ajram (1992) karya monu mental Al-Biruni mencapai 13.000 halaman, belum termasuk karya-karya lainnya yang hilang. Ajran menyayangkan dunia Barat menyembunyikan atau setengah hati memberikan pengakuan para ilmuan muslim di abad pertengahan, di antara abad ke 8-14.

Yang menyedihkan ialah karya-karya mereka diplagiasi oleh sejumlah ilmuan Barat, termasuk Reger Bacon, yang kredibilitas keilmuannya menurun drastis setelah ketahuan karyanya hampir terjemahan penuh dari karya Optik Al-Haitsam.

Adsense

Al-Biruni betul-betul mengesankan dunia keilmuan barat sehingga ia pernah diberi berbagai gelar akademik, termasuk Word’s First Great Experimenter. Di antara temuan Al-Biruni dalam dunia Fisika pengukuran berat jenis (specific gravity) berbagai zat dengan hasil perhitungan yang cermat dan akurat.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Penemuan Aljabar

Yang tak kalah monumental temuan Al-Biruni ialah perhitungan keliling bumi. Sulit kita bayangkan pada abad ke 11 M, satu millennium lalu, ada orang yang mampu mengukur putaran keliling bumi dengan menggunakan data jari-jari bumi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense