BREAKING NEWS
 

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (63)

Dekonsentrasi Dinasti Utsmani (Ottoman)

Rabu, 22 Oktober 2025 06:12 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Kelemahan lainnya adalah ketertinggalan dari dunia Barat. Dinasti Utsmani gagal mengikuti kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan militer yang berkembang pesat di Eropa pada masa Renaissance dan Industrial Revolution. Mereka lebih fokus pada keamanan nasional dan reputasi sebagai wilayah terluas dengan sumber daya mineral yang melimpah, namun gagal membina peradaban Islam secara menyeluruh.

Tekanan eksternal pun semakin besar. Kekalahan dalam berbagai perang melawan kekuatan Eropa, seperti Austria dan Rusia, menyebabkan hilangnya banyak wilayah, terutama di Balkan. Utsmani pun dijuluki “Orang Sakit dari Eropa” (The Sick Man of Europe). Berbagai upaya reformasi, seperti Tanzimat pada abad ke-19, gagal membendung kemerosotan. Pada Perang Dunia I (1914–1918), Utsmani bersekutu dengan Jerman dan akhirnya berada di pihak yang kalah.

Baca juga : Industri Kreatif Jadi Mesin Pertumbuhan

Setelah kekalahan tersebut, Kekhalifahan Utsmani resmi dihapuskan oleh kelompok nasionalis Turki yang dipimpin Mustafa Kemal Atatürk pada tahun 1924 M, yang kemudian mendirikan Republik Turki modern.

Kelemahan utama Dinasti Utsmani dalam membina peradaban dunia Islam terletak pada stagnasi internal dan kegagalan beradaptasi terhadap perkembangan dunia Barat, terutama setelah masa kejayaan Sultan Sulaiman Al-Qanuni.

Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Pengaruh Kehancuran Baitul Hikmah

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Rabu, 22 Oktober 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (63), Dekonsentrasi Dinasti Utsmani (Ottoman)"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense