Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (57)

Belajar Dari Baitul Hikmah: Pra Hulagu Khan

Sabtu, 11 Oktober 2025 05:22 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Penaklukan Bagdad oleh pasukan Hulagu Khan membawa dampak yang sangat besar dalam sejarah perkembangan kejayaan dunia Islam.

Kota bersejarah Bagdad, yang selama ini menjadi episentrum peradaban dunia Islam, tiba-tiba porak-poranda dihancurkan oleh pasukan Mongol di bawah kepemimpinan Hulagu Khan.

Yang paling disayangkan bukan hanya kehancuran kota secara fisik, melainkan musnahnya perpustakaan agung Baitul Hikmah—salah satu pusat ilmu pengetahuan paling fantastis yang pernah dimiliki umat manusia.

Baca juga : Peran Khalifah Al-Ma’mun dalam Mengembangkan Sains

Perpustakaan ini dipenuhi koleksi langka dan berharga, sebagian besar telah diterjemahkan ke dalam bahasa Arab oleh para ilmuwan atas perintah Khalifah Al-Ma’mun, dari berbagai bahasa seperti Yunani, India, Mesir Kuno, China, Suriah (Suryani), Ibrani (Hebrew), Persia, dan bahasa-bahasa besar lainnya.

Namun, semua itu tiba-tiba lenyap. Ribuan manuskrip dan buku dibakar, sisanya dibuang ke Sungai Tigris dan ke laut. Peristiwa ini merupakan kerugian tak ternilai dalam sejarah peradaban dan keilmuan dunia Islam.

Tak hanya ilmu yang musnah, nyawa manusia pun melayang dalam jumlah yang mengerikan. Ribuan kepala dan tengkorak umat Islam—dari bayi hingga orang tua—ditumpuk menjadi piramidapiramida maut di tengah kota Bagdad.

Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Peran Cemerlang Khalifah Al-Ma’mun

Laboratorium dan pusat penelitian yang dibangun dengan susah payah oleh para ilmuwan ikut dihancurkan. Para cendekiawan dan sarjana melarikan diri demi menyelamatkan nyawa, mengungsi ke Mesir, Maroko, India, dan wilayah-wilayah Islam lainnya.

Bagdad, yang sebelumnya menjadi simbol kejayaan intelektual Islam dengan Baitul Hikmah yang menakjubkan, berubah total menjadi kota hantu yang dipenuhi jasad tak bernyawa—banyak di antaranya tanpa kepala. Dunia keilmuan Islam seperti mati seketika.

Namun, meskipun pusat peradaban itu hancur, semangat keilmuan Islam tidak pernah benar-benar padam. Secara sporadis, kota-kota keilmuan baru mulai bermunculan di berbagai wilayah dunia Islam.

Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Peran Harun Al-Rasyid

Institusi-institusi megah seperti Madrasah Nizamiyah, yang pernah menjadi pusat pembelajaran dan diskusi ilmiah, menjadi inspirasi bagi kemunculan madrasah dan lembaga pendidikan lainnya sebagai penerus semangat Baitul Hikmah.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 11 Oktober 2025 dengan judul "Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (57) Belajar Dari Baitul Hikmah: Pra Hulagu Khan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.