Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (58)
Belajar Dari Baitul Hikmah: Pasca Hulagu Khan
Minggu, 12 Oktober 2025 05:57 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Setelah Hulagu Khan menaklukkan Bagdad pada tahun 1258 M, nasib dunia keilmuan yang sebelumnya begitu cemerlang perlahan-lahan mengalami kemunduran. Fase pertama dari kemunduran ini dapat disaksikan melalui kehancuran Baitul Hikmah, pusat ilmu pengetahuan legendaris pada masa itu.
Ribuan, bahkan jutaan buku, manuskrip, dan berbagai karya ilmiah berharga yang mencakup berbagai disiplin ilmu seperti filsafat, kedokteran, astronomi, matematika, termasuk kitab-kitab turats keislaman, dihancurkan, dibakar, atau dibuang ke Sungai Tigris.
Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Pra Hulagu Khan
Kejadian ini mengakibatkan kerugian yang tak ternilai bagi warisan ilmu pengetahuan, khususnya dalam khazanah keilmuan Islam. Kerugian itu bukan hanya berupa hilangnya materi dan aset intelektual, tetapi juga nyawa para ilmuwan terkemuka yang menjadi korban.
Banyak ulama, sarjana, dan cendekiawan yang terbunuh selama pengepungan dan penyerangan, menyebabkan kekosongan intelektual yang sangat signifikan di pusat kota Bagdad.
Baca juga : Peran Khalifah Al-Ma’mun dalam Mengembangkan Sains
Dengan lumpuhnya aktivitas keilmuan, otomatis aktivitas pendidikan, penelitian, dan penerjemahan — yang selama ini menjadi kebanggaan geo-intelektual Bagdad — juga ikut terhenti. Selain itu, Bagdad kehilangan legitimasinya sebagai pusat kekuasaan Dinasti Abbasiyah yang selama ini dianggap sebagai episentrum keilmuan Islam. Runtuhnya Kekhalifahan Abbasiyah turut memutus jaringan patronase ilmiah yang sejak abad ke-8 telah menopang perkembangan ilmu-ilmu seperti penerjemahan, astronomi, kedokteran, matematika, fiqh, dan adab. Tanpa istana dan birokrasi yang stabil, pendanaan ilmiah pun mendadak hilang.
Fenomena lain yang muncul di Bagdad pasca-penaklukan adalah meningkatnya angka kematian bayi, anak-anak, dan perempuan. Sejumlah habaib yang membawa barang dagangan juga ikut menjadi korban pembantaian. Banyak ulama, tabib, dan penyalin naskah tewas terbunuh.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya