Dark/Light Mode

Mempersiapkan Kiblat Baru Peradaban Dunia Islam (54)

Belajar Dari Baitul Hikmah: Peran Harun Al-Rasyid

Senin, 6 Oktober 2025 05:54 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Jika kita berbicara tentang Baitul Hikmah, maka nama besar yang tak bisa dilupakan Khalifah ke-4 Bani Abbasiyah, yakni Harun Al-Rasyid (786–809M). Dialah yang mendirikan Baitul Hikmah dengan berbagai macam dukungan penuh.

Ia membiayai pengumpulan berbagai manuskrip dari berbagai penjuru dunia seperti Yunani, Persia, India dan Suriah. Manuskrip paling banyak ditemukan di Byzantium (Romawi Timur). Manuskrip itu tidak hanya dikumpulkan tetapi dirawat dan diupayakan penerjemahannya ke dalam Bahasa Arab. Pada masanya dan dilanjutkan putranya, karya-karya ilmuwan ditimbang dengan emas. Inilah corak kepemimpinan Harun Al-Rasyid sebagai khalifah memberikan dukungan penuh kepada pengembangan sains dan teknologi.

Baca juga : Belajar Dari Baitul Hikmah: Pengantar

Manuskrip-manuskrip dari berbagai bahasa diterjemahkan oleh para tokoh penerjemah yang andal dibantu dengan tim editor dan pembaca ahli untuk memelihara orisinalitas makna yang terkandung di dalam buku-buku tersebut.

Di antara para penerjemah itu ialah keluarga Banu Musa, Hunayn ibn Ishaq, dan ilmuwan dari berbagai etnis (Arab, Persia, Suriah Kristen, Yahudi). Semua karya tersebut diterjemahkan ke dalam Bahasa Arab yang standar. Puncak gerakan penerjemahan itu terjadi pada masa pemerintahan putranya, Al-Ma’mun (13-833M).

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Kalender Islam Dan Pemilihan Nama Bulan

Manuskrip dan terjemahannya disimpan di dalam sebuah perpustakaan yang disusun rapi. Siapa pun boleh mengakses perpustakaan itu. Tidak heran jika Baitul Hikmah menjadi magnet bagi para ilmuwan. Banyak pecinta ilmu datang dari berbagai negeri. Bukan hanya terbatas kepada ilmuwan Muslim tetapi juga ilmuwan non-Muslim.

Banyak sekali tokoh keilmuan dari kalangan Yahudi dan Kristen serta tokoh-tokoh agama lain membuat perumahan di sekitar Baitul Hikmah. Termasuk rumah-rumah ibadah agama lain menjadi bagian dari hiasan Kota Bagdad saat itu.

Baca juga : Karya Peradaban Islam: Kalender Islam

Ilmuwan yang bekerja di Baitul Hikmah bukan hanya dari orang-orang Islam, tetapi juga terdapat sejumlah ilmuwan beragama lain aktif sebagai peneliti di dalamnya. Khalifah menyiapkan anggaran yang cukup besar untuk membiayai operasional Baitul Hikmah.

Para ilmuwan yang terlibat di dalamnya bukan hanya mendapatkan gaji yang tinggi tetapi juga diberikan status sosial yang menyebabkan masyarakat respek dan menghormatinya. Pemandangan masyarakat yang amat toleran diperlihatkan pada masa Khalifah Harun Al-Rasyid dan putranya, Khalifah Al-Ma’mun.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.