Pemerhati Kesehatan
RM.id Rakyat Merdeka - Laman Presiden Republik Indonesia edisi Juli 2025 menyajikan tulisan berjudul “SPPG Polri: Langkah Strategis Presiden Prabowo untuk Gizi Rakyat.” Selanjutnya, Rakyat Merdeka (RM.id) edisi 2 Oktober 2025 kembali menurunkan berita dengan judul “Instruksi Presiden Disampaikan Kepala BGN, Dapur MBG Harus Tiru yang Dikerjakan Polri.”
Pendapat internasional juga disajikan oleh Rakyat Merdeka (RM.id) edisi 11 Oktober 2025 melalui berita “Jadi Pionir Standar Keamanan MBG, SPPG Polri Dipuji Rockefeller Foundation.”
Tulisan ini didasarkan pada kunjungan Executive Vice President Rockefeller Foundation for Strategy, Elizabeth Yee, yang meninjau SPPG Polri Pejaten, Jakarta Selatan.
Pada 21 Oktober 2025, saya berkesempatan mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten, yang beberapa hari sebelumnya juga dikunjungi pejabat Rockefeller Foundation. Saya merasa berbesar hati dapat berkunjung bersama Brigjen Pol Hirbak Wahyu Setiawan dan diterima oleh Irjen Pol Nurworo Danang, yang didampingi Kepala SPPG setempat.
Baca juga : MBG Dan Penuntasan Tuberkulosis
Dari kunjungan tersebut, dapat disampaikan bahwa prosedur dan kinerja SPPG Polri Pejaten memang telah berjalan dengan sangat baik dan patut dijadikan acuan—setidaknya karena lima hal berikut. Pertama, SPPG Polri Pejaten telah memiliki berbagai sertifikat resmi yang diperlukan, seperti Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Sertifikat Halal untuk penjamah pangan. Ke depan, SPPG Polri Pejaten masih akan terus mengembangkan sertifikasi terkait lainnya dan menjaga mutu kerja sesuai sertifikat yang dimiliki.
Kedua, Standar Operasional Prosedur (SOP) tersedia dengan baik dan dilaksanakan secara disiplin dan ketat. Mekanisme operasional dimulai sejak pukul 02.00 untuk persiapan bahan mentah, proses memasak pada 04.30, dan pengiriman dilakukan dalam tiga gelombang sesuai waktu yang disepakati bersama pihak sekolah. Setelah itu dilakukan pengumpulan serta pencucian alat makan.
SPPG ini setiap hari menyiapkan sekitar 3.400 porsi untuk 10 sekolah dan satu posyandu. Alur kerja, mulai dari bahan masuk, penyimpanan di gudang, proses memasak, pengemasan dalam tray atau ompreng, hingga pengiriman dan pencucian alat makan, dilakukan secara sistematis dan rapi.
Ketiga, komunikasi antara SPPG dan sekolah yang dilayani berjalan intensif, baik melalui grup WhatsApp setiap waktu maupun pertemuan rutin mingguan untuk monitoring dan evaluasi. Komunikasi menjadi aspek penting bagi keberhasilan program MBG. Baik untuk menilai kepuasan penerima, menangani keluhan, menyusun menu bergizi sekaligus diminati, maupun membahas dinamika pelayanan.
Baca juga : MBG Dan Harapan Guru-Orang Tua
Keempat, fasilitas SPPG Polri Pejaten memenuhi standar yang baik. Gudang dipisahkan sesuai jenis bahan dan dilengkapi pendingin ruangan. Tempat mencuci tray makanan dibedakan dari tempat mencuci bahan lain. Kebersihan seluruh ruangan terjaga, sanitasi dan higienitasnya pun terjamin. Saya juga mengusulkan adanya kerja sama dengan petugas sanitarian Puskesmas setempat, tentu sesuai prosedur yang berlaku.
Kelima, sebagaimana arahan Presiden, di setiap SPPG Polri, including Pejaten, dilakukan uji makanan sebelum dikirim ke sekolah. Tes dilakukan untuk mendeteksi empat bahan berbahaya: nitrit, arsen, sianida, dan formalin. Selain itu, SPPG juga menyimpan sampel bahan makanan di ruang pendingin sebagai kontrol bila diperlukan.
Selain lima hal di atas, terdapat tiga catatan tambahan. Pertama, petugas yang bekerja merupakan warga sekitar, sehingga jelas mendukung pemberdayaan masyarakat lokal. Kedua, di halaman SPPG Polri Pejaten terdapat ruang hidroponik untuk menanam sayuran segar. Saya diberi tahu bahwa di SPPG Polri lain ada pula yang menyiapkan kolam ikan.
Ketiga, saya mengusulkan agar praktik baik (best practice) di SPPG Polri Pejaten disebarluaskan ke SPPG lainnya. Akan sangat baik bila tim dari SPPG lain dapat berkunjung langsung untuk melihat dan meniru prosedur kerja yang ada.
Baca juga : Waspada Peningkatan Pasien Flu
Langkah seperti ini telah dilakukan SPPG Polri Pejaten dan, bila terus dikembangkan oleh SPPG lain, tentu akan memberi manfaat lebih luas bagi kesuksesan program MBG di seluruh Indonesia.
Kita ketahui bersama, program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berulang kali disampaikan oleh Presiden Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Kabinet Paripurna memperingati satu tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih, di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Oktober 2025. Semoga program MBG benar-benar dapat memberi manfaat optimal bagi peningkatan status gizi, derajat kesehatan masyarakat, serta perbaikan aspek pendidikan dan ekonomi masyarakat setempat.
Oleh: Prof Tjandra Yoga Aditama
- Direktur Pascasarjana Universitas YARSI/ Adjunct Professor Griffith University
- Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes dan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara
- Penerima Rakyat Merdeka Award 2022 bidang Edukasi dan Literasi Kesehatan Masyarakat
- Penerima Rekor MURI April 2024, Penerima Penghargaan Paramakarya Paramahusada 2024 Persatuan Rumah Sakit se-Indonesia dan Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.