Wakil Rektor II UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
RM.id Rakyat Merdeka - Perdebatan seputar apakah bencana banjir dan tanah longsor yang mendera Sumatra adalah bencana nasional atau bukan harus diakhiri. Tidak bisa dipungkiri, itu adalah bencana nasional.
Bencana ini adalah luka yang teramat dalam yang ditorehkan oleh alam pada kita, atas kealpaan kita sendiri. Hutan yang semula ranum bersemi, yang kemudian hilang, menjadi tengara yang mengundang air bah datang.
Baca juga : Demokrasi Di Atas Awan
Yang menarik adalah reaksi setelahnya. Berbondong-bondong masyarakat mulai menaruh perhatian ke lokus bencana. Tidak terhitung lagi deret truk, helikopter, atau kapal-kapal kecil penyalur bantuan yang hilir mudik memberikan bantuan pada penyintas. Sungguh merupakan pemandangan yang memilukan.
Namun, di balik itu, terdapat sejumlah oknum yang kedapatan memancing di air keruh. Alih-alih tetap bekerja dengan fokus besar, mereka menampilkan diri ke publik bak pahlawan kesiangan. Dengan sorotan tajam kamera ke diri mereka, bak peragawati berjalan di catwalk, mereka menyapa warga, menjanjikan bantuan, disertai gimik-gimik lain yang seakan “memaksa” penontonnya untuk memuji aksi heroiknya. Narsisme yang berbalut miris.
Profesionalisme
Dalam situasi darurat bencana alam di Sumatra, di mana ribuan nyawa dan hajat hidup orang-orang tergantung pada respons yang cepat dan terkoordinasi, esensi dari bekerja profesional seharusnya terletak pada pelaksanaan Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) dengan presisi dan empati.
Setiap pihak, baik pemerintah, lembaga bantuan, maupun relawan, memiliki peran spesifik dalam rantai penanggulangan bencana yang saling terkait.
Fokus pada tugas ini—mulai dari logistik, evakuasi, kesehatan, hingga pemulihan—adalah kunci efektivitas. Namun, realitas di lapangan kerap dinodai oleh praktik pencitraan individu, di mana beberapa figur justru memposisikan diri sebagai frontman di depan kamera, seolah-olah menjadi superhero tunggal penyelamat. Aksi seperti ini bukan hanya tidak profesional, tetapi merupakan penyimpangan dari prinsip kebersamaan dan pelayanan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.