BREAKING NEWS
 

Harapan Dunia terhadap Indonesia: China

Rabu, 10 Desember 2025 05:32 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan China ditakdirkan sebagai bangsa berpenduduk besar dan majemuk. China memiliki hubungan baik dengan Indonesia, bukan hanya karena kedekatan geografis, tetapi juga karena kedua negara sama-sama menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budayanya.

China juga memiliki jumlah penduduk Muslim yang cukup besar; salah satu provinsinya, yaitu Xinjiang, bahkan dipadati mayoritas umat Islam. Salah satu ciri khas China ialah diaspora warganya yang tersebar ke hampir seluruh daratan di kolong langit ini.

Sejak 14 abad lalu, Nabi Muhammad SAW menginstruksikan: Uthlubul ‘ilma walau bisy-shin (Tuntutlah ilmu meskipun sampai ke negeri China). Hadis ini sarat makna. Pertanyaan yang muncul adalah: mengapa Nabi memerintahkan umat Islam menuntut ilmu jauh-jauh ke tanah China?

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Singapura

Bukankah kekayaan intelektual Yunani Kuno sudah berkembang di Eropa saat itu? Ada apa di China ketika itu? Dinasti apa yang berkuasa sehingga Nabi, tanpa keraguan, meminta umatnya pergi jauh ke sana untuk belajar?

Penulis pernah mengunjungi berbagai pusat budaya China. Tradisi kuno China yang telah berusia ribuan tahun tetap lestari hingga kini. Etos kerja yang disiplin, keluhuran budi pekerti, kesederhanaan hidup, serta penghargaan terhadap nilai dan rasa kemanusiaan dijunjung tinggi.

Jika saja mereka mengucap syahadat, tentu banyak orang menilai mereka lebih “Islami” dibanding beberapa negara yang lebih dahulu memeluk Islam—bahkan mungkin lebih Islami daripada tempat lahirnya agama itu sendiri.

Adsense

Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: India

Penulis juga pernah menyaksikan langsung sebuah perusahaan besar, Good-Ark, di daerah Suzhou, pinggiran Kota Shanghai. Perusahaan elektronik ini merupakan salah satu pensuplai chips dan komponen komputer serta handphone terbesar di dunia, dan menerapkan konsep budaya kerja luhur China (the Ancient Tradition of China’s Working).

Luar biasa dan fantastis. Dengan area pabrik dan perkantoran yang sangat luas serta mempekerjakan sekitar 2.300 karyawan, perusahaan ini sama sekali tidak menggunakan jasa cleaning service.

Pada waktu makan, seluruh karyawan makan serentak dengan tertib tanpa terdengar suara piring atau bunyi-bunyi berisik. Mereka benar-benar menghayati makanan yang disantap sambil memuji para leluhur (atau mungkin Tuhan, menurut persepsi sebagian orang). Selesai makan, mereka membersihkan sendiri peralatan makanannya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense