Tausiah Politik
Sebelumnya
Mereka telah terdoktrin untuk mencintai pekerjaan seperti mencintai diri mereka sendiri. Mereka memasang motto: “In our dictionary, there is no ‘suffering,’ but only ‘happiness’ is to be found” (“Dalam kamus kami tidak ada ‘penderitaan’; yang ada hanya ‘kebahagiaan’ yang ditemukan”). Mereka menerapkan delapan prinsip kerja, yaitu: pendidikan humanis (humanist education), pengelolaan perusahaan hijau (green enterprise), promosi kesehatan (health promotion), filantropi, pelatihan relawan, keindahan yang berperikemanusiaan, tanggung jawab penuh, dan kesejahteraan karyawan.
Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: Singapura
Di sepanjang dinding perusahaan tidak ada ruang kosong; semuanya dipenuhi pamflet cantik berisi pesan-pesan leluhur seperti: Change suffering to happiness, change evil to good, change delusion to awakening, change complexity to compassion, change personnel to family, change this scene to a virtuous place, change the supplier to customer.
Baca juga : Harapan Dunia terhadap Indonesia: India
Para karyawan juga dibiasakan untuk sangat mencintai kedua orang tua. Setiap pekerja dianjurkan membiasakan diri mencuci kaki orang tuanya sambil menggunting dan membersihkan kuku mereka. Setiap tahun mereka mengadakan acara yang disebut Family Gathering—anak-anak dan orang tua karyawan datang ke kantor untuk mengikuti berbagai kegiatan penuh kegembiraan sambil berdoa agar perusahaan terus berkembang dan diberkahi.
Baca juga : Harapan Dunia Terhadap Indonesia: Filipina
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 4, edisi Rabu, 10 Desember 2025 dengan judul "Harapan Dunia terhadap Indonesia: China"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.