BREAKING NEWS
 

Motif Eksodus Muslim ke Negara Non-Muslim

Minggu, 28 Desember 2025 05:59 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

 Sebelumnya 
Motivasi ekonomi juga menjadi pendorong utama. Para imigran Muslim mencari pekerjaan yang lebih baik di negara-negara maju, dengan tingkat upah yang lebih tinggi, jaminan asuransi, perlindungan tenaga kerja yang lebih adil, serta akses pendidikan yang lebih baik bagi keluarga mereka.

Dunia Barat tidak mempersulit kehadiran mereka karena sektor industri masih membutuhkan tenaga kerja kasar. Para imigran Muslim sering kali rela menerima upah di bawah standar minimum setempat, karena tetap lebih tinggi dibandingkan penghasilan di negeri asal mereka.

Baca juga : Dampak Globalisasi

Keberadaan imigran Muslim dirasakan manfaatnya oleh negara-negara maju karena mereka relatif jarang melakukan protes, unjuk rasa, atau demonstrasi, berbeda dengan sebagian pekerja pribumi.

Mereka umumnya bekerja di sektor-sektor yang kurang diminati penduduk lokal, seperti sopir, petugas kebersihan, pembantu rumah tangga, buruh pabrik, serta berbagai sektor informal lainnya. Selain itu, para saudagar dari negara-negara berkembang, termasuk negara-negara Muslim, juga berperan sebagai pemasok bahan baku ke Eropa dan Amerika, seperti rempah-rempah, tanaman herbal dan industri, minyak bumi, serta sumber energi lainnya.

Baca juga : Fenomena Umat Berkepribadian Ganda

Sebagian lainnya bermigrasi karena motif politik. Mereka mencari suaka akibat tekanan politik di negeri asal, lalu menetap bersama keluarga di dunia Barat, berkembang biak, dan kemudian mengundang keluarga serta kolega dari tanah air untuk mencari kehidupan yang lebih layak di negeri baru tersebut.

Selain itu, terdapat pula mereka yang datang sebagai mubalig atau guru agama di negara-negara Barat atau negara-negara non-Muslim lainnya.

Baca juga : Indonesia Dan Dunia Islam

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Minggu, 28 Desember 2025 dengan judul "Motif Eksodus Muslim ke Negara Non-Muslim"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense