BREAKING NEWS
 

Sosiologi Korupsi (6)

Pemberantasan Korupsi Ala Nabi Syu’aib

Sabtu, 10 Januari 2026 06:02 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Kisah masyarakat koruptif diungkapkan secara khusus dalam Al-Qur’an. Nabi Syu’aib diutus kepada suatu masyarakat yang telah terjerumus dalam praktik korupsi, sebagaimana diabadikan dalam firman Allah SWT:

“Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. Ia berkata: ‘Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Sungguh, telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu.

Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kamu mengurangi hak-hak manusia, serta janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu benar-benar orang-orang yang beriman’.” (QS Al-A‘raf/ 7:85)

Baca juga : Korupsi Membutakan Mata Hati

Pengalaman Nabi Syu’aib yang sepanjang hidupnya bergelut dengan kaum koruptor pada zamannya banyak dikutip dalam buku-buku dan disampaikan oleh para pemimpin dunia Islam. Ia mengajarkan keuletan dan keteguhan dalam menghadapi masyarakat yang gemar menjalankan praktik korupsi.

Kaumnya terbiasa berbuat curang dalam takaran dan timbangan: ketika membeli mereka menggunakan takaran besar, tetapi ketika menjual mereka menggunakan takaran yang lebih kecil.

Dari sinilah umat Nabi Syu’aib dikecam dan akhirnya ditimpa azab Allah SWT. yang pedih, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat berikutnya.

Baca juga : Qabil, Bapak Koruptor di Bumi

Tentu saja Nabi Syu’aib tidak tinggal diam. Ia berusaha melakukan berbagai cara untuk membasmi penyakit korupsi yang melanda umatnya. Nabi Syu’aib turun tangan langsung ke medan perjuangan, meskipun harus menghadapi berbagai risiko dan tantangan.

Hasilnya cukup berarti, namun Nabi Syu’aib masih memerlukan waktu yang panjang serta kerja keras yang berkelanjutan untuk membersihkan akar tradisi korupsi dalam masyarakatnya.

Adsense

Dalam waktu yang bersamaan, kaum kafir tetap menantang Nabi Syu’aib agar meninggalkan Madyan, kota tempat ia mengembangkan ajaran kenabiannya, sebagaimana diabadikan dalam Al-Qur’an:

Baca juga : Jejak Awal Korupsi: Ketamakan

“Pemuka-pemuka dari kaum Syu’aib yang menyombongkan diri berkata: ‘Sesungguhnya kami akan mengusir kamu, wahai Syu’aib, dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami.’ Syu’aib berkata: ‘Apakah (kamu akan mengusir kami), meskipun kami tidak menyukainya?’ Pemuka-pemuka kaum Syu’aib yang kafir berkata kepada sesamanya: ‘Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu’aib, niscaya kamu akan menjadi orang-orang yang merugi’.” (QS Al-A‘raf/ 7:88–90).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense