Dark/Light Mode

Keunggulan Demokrasi Pancasila

Jumat, 19 Desember 2025 06:06 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu nilai jual Indonesia adalah keunggulan sistem Demokrasi Pancasila. Sistem demokrasi ini merupakan sintesis dari berbagai pemikiran, baik yang bersumber dari nilai-nilai religius, nilai-nilai universal, maupun nilai-nilai kearifan lokal.

Para pemikir pembaharu mendasarkan pandangannya, di samping pada ayat-ayat seperti QS Ali Imran (3:159) dan QS Asy-Syura (42:38), yang menekankan prinsip musyawarah sebagai media penyelesaian persoalan-persoalan kontemporer keduniaan.

Mereka juga menemukan sejumlah hadis yang sejalan dengan ayat-ayat tersebut. Selain itu, mereka belajar dari fakta sejarah dunia Islam bahwa model-model suksesi kepemimpinan tidak bersifat tunggal, melainkan beragam.

Baca juga : Hidup-Matinya Sebuah Rezim dalam Al-Qur`an

Fakta sejarah yang paling mudah dipahami adalah bahwa urusan politik kenegaraan, termasuk persoalan suksesi kepemimpinan, tidak mendapatkan penjelasan rinci di dalam Al-Qur’an.

Hingga detik-detik terakhir menjelang wafat, Rasulullah tidak pernah memberikan wasiat maupun petunjuk tentang bagaimana mengantisipasi pergantian kepemimpinan dirinya dan para penerusnya.

Tentu hal ini mengandung hikmah yang mendalam bagi umat manusia. Seandainya Al-Qur’an dan hadis mengatur secara detail teknik-teknik perpolitikan dalam masyarakat, dapat dipastikan Islam akan berbenturan dengan berbagai kekuatan dan konteks lokal.

Baca juga : Islam Di Negeri Serantau

Ketika Rasulullah wafat pada hari Senin, pemakamannya tertunda hingga hari Rabu.

Hal ini antara lain disebabkan oleh rumitnya proses pergantian kepemimpinan beliau, baik sebagai kepala pemerintahan Madinah maupun sebagai pemimpin spiritual umat.

Beruntung, kewibawaan Abu Bakar sebagai sahabat senior—yang sering ditunjuk Rasulullah untuk menggantikan beliau sebagai imam shalat ketika sakit atau berhalangan—memudahkan dirinya terpilih sebagai khalifah di Saqifah Bani Sa’idah.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.