Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika anak manusia tidak lagi mampu mengendalikan diri sebagai khalifah yang benar; ketika berbagai penyimpangan yang dilakukannya semakin meluas dan merajalela; ketika ketentuan dan peraturan yang berlaku tidak lagi ditaati, serta teriakan hati nurani tidak lagi didengarkan, maka pada saat itulah alam raya akan murka.Seolah-olah mereka kompak untuk mogok memberikan pengabdian kepada manusia, meskipun manusia telah ditetapkan sebagai pemimpinnya (khalifah).Hujan yang tadinya pembawa rahmat (QS Al-An’am [6]: 99).
Tiba-tiba menjadi sumber malapetaka banjir yang memusnahkan ruang kehidupan (QS Al-Baqarah [2]: 59), seperti yang kita saksikan di mana-mana. Gunung-gunung yang tadinya berfungsi sebagai pasak bumi (QS An-Naba’ [78]: 7), tiba-tiba memuntahkan debu, lahar panas, dan gas beracun (QS Al-Mursalat [77]: 10).
Baca juga : Jika Hak Alam Dikorupsi
Seperti yang sering terjadi di sekitar kita. Angin yang tadinya mendistribusikan awan (QS Al-Baqarah [2]: 164) dan membantu penyerbukan tumbuhan (QS Al-Kahfi [18]: 45), tiba-tiba tampil begitu ganas, memorak-porandakan segala sesuatu yang dilaluinya (QS Fushshilat [41]: 16).
Laut yang tadinya begitu pasrah melayani mobilitas manusia (QS Al-Hajj [22]: 65), tiba-tiba mengamuk dan menggulung apa saja yang dilewatinya (QS Al-Takwir [81]: 6).
Baca juga : Pembuktian Terbalik ala Nabi Yusuf
Seperti peristiwa tsunami yang selalu membayangi kepulauan kita.Kilat dan guntur yang tadinya menjalankan fungsi positif dalam proses nitrifikasi bagi kehidupan makhluk biologis di bumi (QS Ar-Ra’d [13]: 12), tiba-tiba menonjolkan fungsi negatif; menetaskan larva-larva betina (telur hama) yang kemudian memusnahkan berbagai tanaman petani.Pemandangan seperti ini pun semakin sering disaksikan di sekitar kita. Disparitas flora dan fauna yang tadinya tumbuh seimbang mengikuti hukum ekosistem (QS Ar-Ra’d [13]: 4). Tiba-tiba berkembang menyalahi keseimbangan kebutuhan manusia (QS Al-A’raf [7]: 132).
Kini, kita semakin sulit memprediksi perilaku alam raya, seperti perubahan cuaca ekstrem, siklus pasang surut, curah hujan, hingga iklim. Semuanya sudah menyalahi kebiasaan. Semoga ini semua bukan bagian dari kemurkaan alam melihat penyimpangan yang dilakukan anak manusia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.