Dark/Light Mode

Sosiologi Korupsi (21)

Sikap Umar terhadap Gratifikasi

Kamis, 29 Januari 2026 06:24 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Gratifikasi telah ada sejak lama. Sejak masa Khalifah Sayyidina Umar, sikap tegas terhadap praktik gratifikasi sudah ditunjukkan dengan sangat jelas.

Umar dikenal sebagai khalifah yang amat jujur dan tegas, terutama terhadap segala bentuk penyimpangan moral. Meskipun hidup sederhana dan jauh dari kemewahan, sikapnya terhadap gratifikasi sungguh luar biasa.

Baca juga : PPATK Di Masa Khalifah Umar

Dalam logika umum, pemberian tertentu kepada seorang pejabat publik—terlebih kepada seorang khalifah—sering kali dianggap wajar dan lumrah. Namun, Umar tetap konsisten dan tidak bergeming terhadap berbagai upaya pemberian gratifikasi, sekecil apa pun bentuknya.

Di antara pengalaman tersebut, Umar pernah menerima hadiah berupa selembar sajadah istimewa dari Abu Musa al-Asy’ari, Gubernur Kufah, yang juga merupakan sahabat dekatnya. Di luar dugaan, tanpa sedikit pun memperhatikan kemewahan sajadah yang dibuat khusus itu, Khalifah Umar justru melemparkannya kembali kepada Abu Musa al-Asy’ari seraya berkata dengan suara keras, “Apa yang memotivasi Anda memberikan sajadah ini? Ambil kembali, kami tidak memerlukan barang ini!”

Baca juga : Sikap Tegas Nabi Terhadap Penyimpangan Moral

Abu Musa al-Asy’ari tentu merasa kecewa, namun ia mengambil hikmah dari peristiwa tersebut: bahwa dirinya pun harus bersikap serupa terhadap para bupati yang melakukan hal yang sama kepadanya.

Pengalaman lain, Khalifah Umar pernah menerima hadiah berupa makanan istimewa dari Gubernur Azerbaijan yang dibawa oleh seorang utusan khusus. Umar menerima kiriman itu, lalu bertanya kepada sang utusan, “Apakah makanan ini biasa dikonsumsi oleh rakyat di sana?”

Baca juga : Sikap Tegas Nabi Terhadap KKN

Utusan itu menjawab, “Tidak, Baginda. Makanan ini khusus untuk kalangan atas.”

Mendengar keterangan tersebut, Khalifah Umar kembali bertanya, “Di mana untamu?” Umar kemudian meletakkan kembali makanan itu ke pelana unta seraya berkata, “Bawa kembali makanan ini kepada tuanmu dan sampaikan pesanku: ‘Takutlah kepada Allah, dan kenyangkanlah dahulu rakyatmu dengan makanan yang biasa mereka konsumsi, barulah engkau memberi hadiah kepada orang lain.’”
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.