Tim Pakar Badan Komunikasi Pemerintah
RM.id Rakyat Merdeka - Meugang atau ma’meugang merupakan salah satu tradisi yang dilestarikan oleh masyarakat Aceh hingga saat ini. Tradisi ini dianggap sebagai salah satu wujud dari tafsir agama yang diterapkan dalam kebudayaan masyarakat Aceh dan diadakan sebelum menyambut puasa Ramadhan, hari raya Idul Fitri, serta Idul Adha (Marzuki, 2014). Kegiatan ini identik dengan kebersamaan dan kekeluargaan.
Sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam pada abad ke-14 Masehi, tradisi meugang dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan simbol kemakmuran menjelang bulan puasa Ramadhan. Kilas balik tentang sejarah tradisi ini, Sultan Iskandar Muda pada masa itu memerintahkan pemotongan hewan dalam jumlah besar dan membagikan daging kepada seluruh rakyatnya, khususnya kepada kalangan masyarakat kurang mampu. Menurut Khaeron (2025), sebagai bentuk warisan budaya, tradisi ini tetap dilakukan oleh setiap keluarga dari berbagai kalangan sebagai bentuk solidaritas sosial.
Di tengah kondisi pemulihan, tradisi lokal seperti meugang tidak hanya menjadi bagian dari warisan budaya, melainkan juga berfungsi sebagai sistem dukungan sosial yang tumbuh dari komunitas itu sendiri. Antusias masyarakat Aceh dalam menyambut tradisi meugang terlihat dari aktivitas gotong royong dan berbagi daging kepada keluarga dan tetangga.
Tradisi berbagi dan berkumpul bersama keluarga maupun sekitar, memperkuat solidaritas sosial masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit. Keberadaan tradisi meugang sendiri dipandang sebagai bentuk modal sosial yang kuat untuk mempererat hubungan antar masyarakat.
Baca juga : ERT Turun Membantu Masyarakat Terdampak
Dengan adanya solidaritas sosial, hal ini dinilai dapat mempercepat proses pemulihan masyarakat Aceh pasca bencana. Selain itu, tradisi penyediaan dan pengolahan daging untuk sesama juga menjadi bagian dari ketahanan pangan keluarga.
Berjalannya tradisi meugang hari ini, tentunya tidak lepas dari berbagai macam tantangan. Salah satunya, menjelang bulan Ramadan, harga kebutuhan pokok terutama daging terus meningkat (Makki, 2026). Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menyatakan bahwa harga daging sapi di Aceh merupakan yang termahal di seluruh Indonesia.
Mengingat kondisi Aceh yang belum stabil akibat terdampak bencana, daya beli masyarakat pun belum sepenuhnya pulih. Untuk mengatasi tantangan ini, menjelang hari meugang Presiden Prabowo memberikan dana bantuan pembelian sapi sebesar Rp 72,7 miliar yang disalurkan melalui masing-masing Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) pemerintah kabupaten/kota untuk masyarakat Aceh yang terdampak bencana.
Baca juga : Harita Nickel bersama Pemerintah Malut Edukasi Warga Mitigasi Bencana
Bantuan sapi ini disalurkan untuk 19 kabupaten/kota di Aceh, yakni Lhokseumawe, Aceh Tamiang, Pidie Jaya, Aceh Timur, Bireuen, Langsa, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Singkil, Subulussalam, Aceh Besar, Nagan Raya, Aceh Selatan, dan Simeulue.
Upaya pemerintah dalam mewujudkan tradisi meugang untuk Aceh, menunjukkan komitmen bahwa pemerintah tidak hanya mempercepat proses pemulihan pascabencana, tetapi juga menjaga nilai-nilai sosial dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Harapannya, bantuan ini dapat meringankan dan memperkuat solidaritas masyarakat Aceh dalam menyambut bulan Ramadhan. Dengan adanya esensi solidaritas dan kepedulian sosial yang tetap hidup, tradisi meugang dapat terus bertahan. Tradisi ini menjadi simbol ketahanan dan kebersamaan masyarakat Aceh di tengah pemulihan pascabencana.
Referensi:
Fajri, R. (2026, 11 Februari). Presiden transfer dana sapi meugang untuk Aceh Rp72 miliar, ini daerah penerima. Antara Aceh. ttps://aceh.antaranews.com/berita/401158/dana-sapi-meugang-untuk-aceh-rp72-miliar-sudah-di-transfer-presiden-ini-daerah-penerima
Khaeron, R. A. (2025, 3 Maret). Mengenal Meugang, Tradisi Khas Aceh Menjelang Ramadan. Metro TV. https://www.metrotvnews.com/read/bmRCELOy-mengenal-meugang-tradisi-khas-aceh-menjelang-ramadan
Makki, S. (2026, 11 Februari). Ribuan Desa Terdampak Bencana Aceh Dapat Daging Meugang Sebelum Puasa. CNN Indonesia. https://www.cnnindonesia.com/nasional/20260210170236-20-1326726/ribuan-desa-terdampak-bencana-aceh-dapat-daging-meugang-sebelum-puasa
Marzuki, M. (2014). Tradisi Meugang dalam Masyarakat Aceh: Sebuah Tafsir Agama dalam Budaya. el Harakah: Jurnal Budaya Islam, 16(2), 216-233.
Nanda. (2026, 11 Februari). Apa Itu Meugang? Tradisi Unik Aceh Menyambut Bulan Puasa. detikSumut. https://www.detik.com/sumut/budaya/d-8350020/apa-itu-meugang-tradisi-unik-aceh-menyambut-bulan-puasa
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.