Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Allah SWT memerintahkan kita untuk senantiasa bersilaturahim dengan Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam ayat:
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab/33:56).
Perhatikan bahwa ayat ini menggunakan bentuk fi’il mudhari’ (present dan future tense), yang biasanya digunakan untuk perbuatan sekarang dan yang akan datang. Hal ini mengisyaratkan bahwa meskipun Rasulullah telah wafat 14 abad silam, kita sekarang dan generasi yang akan datang tetap diminta untuk bershalawat atau bersilaturahim kepadanya. Orang-orang yang rajin dan tulus bersilaturahim dengan Rasulullah akan berkesempatan menjumpainya, antara lain melalui mimpi.
Baca juga : Silaturrahim Lintas Primordial
Banyak hadis sahih yang meriwayatkan keutamaan bermimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW. Di antaranya: “Barang siapa melihatku dalam mimpi, maka sungguh ia telah melihatku. Sesungguhnya setan tidak dapat menyerupaiku.” (HR Muslim dari Abu Hurairah).
Dalam redaksi lain, Rasulullah bersabda: “Barang siapa yang melihat aku dalam mimpi, maka ia benar-benar melihat sesuatu yang benar.” (HR Muslim dari Abu Qatadah).
Dalam riwayat lain disebutkan, barang siapa yang sering bershalawat kepadaku, aku mengetahuinya dan akan memberikan syafaat pada hari kiamat. Dalam redaksi lain juga disebutkan, barang siapa memimpikan aku, maka aku akan bersamanya di surga.
Baca juga : Silaturrahim Dengan Diri Sendiri
Mimpi berjumpa dengan Rasulullah SAW tentu merupakan dambaan setiap umatnya. Sejumlah ulama khawas menasihatkan, jika ingin bermimpi berjumpa dengan Rasulullah, maka berdoalah kepada Allah SWT, wujudkan rasa cinta yang mendalam, dan perbanyaklah bershalawat kepadanya.
Mimpi berjumpa dengan Rasulullah memiliki beragam bentuk, mulai dari melihat sebagian anggota tubuh beliau secara samar hingga menjumpainya secara utuh, bahkan berkomunikasi secara batin dengannya. Mimpi tersebut merupakan kenikmatan tersendiri.
Dalam biografi para wali, Jami’ Karamat al-Auliya’ (dua jilid) karya Yusuf Ismail Nabhani, dari 549 wali yang disebutkan, banyak di antaranya dikisahkan pernah dan bahkan sering berjumpa dengan Rasulullah SAW, serta memperoleh hikmah darinya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.