BREAKING NEWS
 

Etika Politik dalam Al-Qur’an (10)

Merintis Toleransi

Senin, 4 Februari 2019 06:48 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Toleransi dalam menjalin hubungan yang harmonis antara berbagai komponen warga bangsa/negara merupakan salah satu ciri khas ajaran Islam. Banyak ayat dan hadist yang menyatakan dukungan toleransi secara terbuka, dengan berbagai komunitas masyarakat.

Islam tetap menghargai agama, etnik, dan berbagai perbedaan yang terjadi di dalam masyarakat. Relasi antar umat beragama bukan hal asing bagi Nabi. Banyak contoh sejarah yang dilakukan Nabi sangat menakjubkan. Ia banyak ditolong dan menolong agama lain.

Baca juga : Sosiologi Dakwah Walisongo

Ketika Nabi masih remaja melakukan misi perdagangan ke Syiria. Disana ia ketemu seorang pendeta yang melihat tanda-tanda ajaib di bahu Muhammad. Sang pendeta memintanya agar lebih baik segera kembali karena anak ini kelak akan menjadi orang besar, menjadi Nabi.

Peristiwa lain ketika Nabi baru saja mendapatkan wahyu pertama di Goa Hira, ia dipertemukan dengan seorang pendeta kenalan isterinya, dan sang pendeta menerjemahkan pengalaman Nabi Muhammad sebagai awal dari misi kenabiannya.

Baca juga : Belajar Etika Politik Dari Ratu Balqis (1)

Nabi Muhammad sejak awal kenabiannya sudah akrab dengan pendeta. Ia juga sering memberi perlindungan terhadap agama-agama lain termasuk melindungi para tokoh-tokohnya. Konsep Darus Salam untuk non muslim kooperatif dan Darul Harbi untuk non-muslim non kooperatif, merupakan konsep yang amat strategis, yang tidak pernah diterapkan oleh etnik sebelumnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense