Dark/Light Mode

Etika Politik Dalam Al-Qur’an (8)

Sosiologi Dakwah Walisongo

Sabtu, 2 Februari 2019 07:18 WIB
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Berdakwah di dalam masyarakat pluralistis memerlukan seni tersendiri. Para Walisongo menunjukkan kepiawaiannya di dalam berdakwah di kepulauan Nusantara dengan masyarakat seperti itu.

Walisongo pernah memperkenalkan lima pantangan yang diistilahkan dengan Moh Limo, singkatan dari bahasa lokal Jawa: Moh main, Moh ngombe, Moh maling, Moh madat, dan Moh madon.

Baca juga : Belajar Etika Politik Dari Ratu Balqis (1)

Pertama, moh main, artinya tidak main judi. Judi sesuatu yang sangat dilarang dalam agama karena selain merusak pikiran juga menimbulkan masalah di dalam anggota keluarga dan masyarakat.

Judi terlarang karena sesuatu yang bersifat spekulatif, tidak rasional, dan destruktif. Moh limo merupakan upaya mencari rezki melalui jalan pintas, penuh spekulasi, termasuk mengadu nasib dengan mengandalkan mistik.

Baca juga : Etika Suksesi (4)

Termasuk dalam hal ini produk yang menjanjikan hadiah-hadiah fantastik tetapi peluang untuk memenangkannya teramat kecil kemungkinannya. Judi dalam Islam jelas dilarang di dalam banyak ayat, antara lain Q.S. al-Maidah/5:90 dan sejumlah hadist. Walisongo tidak langsung menggunakan teks ayat dan hadis tetapi dipadatkan dengan menggunakan istilah simbolik yang lebih gampang diingat dan dipedomani masyarakat.

Kedua, moh ngombe, artinya tidak mengkonsumsi minuman keras, atau makanan dan minuman yang memabukkan. Banyak sekali mudarat yang bisa ditimbulkan dengan makanan atau minuman yang memabukkan, karena itu banyak ayat dan hadis menegaskan larangan tersebut. Walisongo tidak menyebutkan ayat atau hadis yang mungkin masih sulit difahami oleh masyarakat tetapi menggunakan bahasa lokal dengan istilah singkat moh ngombe.

Baca juga : Etika Suksesi (3)

Minuman keras dalam masyarakat Jawa ketika itu masih merupakan sesuatu yang biasa, karena agama-agama sebelumnya juga tidak tegas melarangnya. Hanya saja waktu itu, minuman yang keras banyak jenisnya, termasuk makanan tape yang dibikin kualitas khusus. Sekarang pun tape masih makanan khas walaupun kadar alkoholnya tinggi.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.