BREAKING NEWS
 

Geopolitik Indonesia Diharapkan Lebih Stabil

Senin, 29 Juni 2026 07:52 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata

 Sebelumnya 
Pada saat yang sama, Indonesia juga memerlukan arah pembangunan yang berpijak pada jati dirinya sendiri. ­Gagasan Trisakti yang dikemukakan Bung Karno, tetap menjadi pijakan strategis dalam menghadapi tantangan geopolitik modern. Berdaulat dalam politik, berarti Indonesia mampu menentukan kebijaksanaan nasional berdasarkan kepen­tingannya sendiri ­tanpa tunduk pada tekanan kekuatan asing. Kemandirian ekonomi, berarti membangun struktur ekonomi yang mampu menghasilkan nilai tambah melalui industrialisasi, hilirisasi sumber daya alam, inovasi teknologi, dan ­penguatan industri nasional sehingga tidak bergantung pada dinamika ekonomi global semata. Sementara itu, berkepribadian dalam kebudayaan menjadi benteng utama menghadapi derasnya arus ­globalisasi yang sering kali menggerus identitas bangsa.

Dalam perspektif geopolitik, kawasan Indo-Pasifik akan terus menjadi pusat perhatian dunia karena menjadi arena persaingan berbagai kekuatan besar. Laut Natuna Utara, jalur perdagangan internasional, keamanan maritim, serta penguasaan teknologi menjadi isu-isu strategis yang akan menentukan masa depan kawasan. Indonesia tidak dapat menghindari dinamika tersebut.

Baca juga : Perubahan Geopolitik Dunia Saat Ini Membutuhkan Transformasi Organisasi PBB (Bagian II-Habis)

Tetapi memiliki peluang besar untuk memainkan peran sebagai kekuatan penyeimbang –melalui politik luar negeri bebas dan ­aktif. Diplomasi Indonesia selama ini dikenal konsisten mengedepankan dialog, kerja sama, dan penyelesaian konflik secara damai. Peran ini harus terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi objek geopolitik, melainkan aktor yang mampu memengaruhi arah stabilitas kawasan maupun dunia.

Harapan terhadap stabilitas geopolitik Indonesia juga ­menemukan relevansinya dalam pelaksanaan Asta Cita sebagai arah pembangunan nasional. Seluruh agenda pem­bangunan, mulai dari penguatan ketahanan pangan, swasembada ­energi, peningkatan kualitas pendidi­kan, transformasi digital, pem­bangunan infrastruktur, refor­masi birokrasi, hingga penguatan pertahanan negara hanya dapat terlaksana apabila didukung oleh stabilitas politik dan keamanan yang terjaga.

Baca juga : Perbaikan Tata Kelola Makanan

Asta Cita memerlukan ke­sinambungan kebijaksanaan yang tidak mudah terganggu oleh dinamika politik jangka pendek. Oleh sebab itu, seluruh elemen bangsa memiliki ­tanggung jawab untuk menciptakan iklim politik yang kondusif sehingga program-program strategis dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan begitu stabilitas politik bukan berarti menghilangkan perbedaan, melainkan mengelola keberagaman menjadi kekuatan nasional.

Bersamaan pula dengan menjadikan sejarah sebagai pijakan, Trisakti sebagai orientasi pembangunan, Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa, dan Asta Cita sebagai pedoman pembangunan nasional, Indonesia memiliki modal yang kuat untuk menghadapi tantangan geopolitik abad ke-21. Harapan akan geopolitik yang stabil pada akhirnya bukan hanya harapan pemerintah, melainkan pula harapan seluruh rakyat Indonesia agar negeri ini terus melangkah sebagai bangsa yang berdaulat dalam politik, mandiri dalam ekonomi, berkepribadian dalam kebudayaan, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi perdamaian dan kemajuan ­peradaban dunia.

Baca juga : Perubahan Geopolitik Dunia Saat Ini Membutuhkan Transformasi Organisasi PBB (Bagian I)

Prof. Dr. Drs. Ermaya Suradinata, SH, MH, MS, adalah Pemerhati ­Geopolitik, dan Geostrategi, serta ­Manajemen Pemerintahan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense