Tausiah Politik
Sebelumnya
Karena masyarakat Madyan cenderung menolerir kecurangan atau sekarang sering disebut korupsi berjamaah. Jika membeli sesuatu mereka menggunakan alat ukur lebih besar dan ketika menjualnya menggunakan alat ukur lebih kecil sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an: “Dan (kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka, Syu’aib. ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya.Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman”. (Q.S al-A’raf/7: 85).
Baca juga : Menghindari Gratifikasi (3)
Nampaknya kehadiran Nabi Syu’aib menegakkan keadilan di negeri Madyan tidak disambut baik karena dianggap merusak tradisi yang sudah membudaya di kota itu.
Baca juga : Menghindari Gratifikasi (2)
Mereka mengatakan seperti yang direkan al-Qur’an: “Pemuka-pemuka dari kaum Syuaib yang menyombongkan diri berkata: sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syuaib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, kecuali kamu kembali kepada agama kami. Berkata Syuaib: “Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendati pun kami tidak menyukainya?” (Q.SAl-A’raf/7: 88).**
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.