Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Ketika Nabi hijrah ke Madinah (sebelumnya bernama Yatsrib), para sahabat dan umat Islam, baik laki-laki maupun perempuan, anak-anak maupun dewasa, ramai-ramai menjual aset mereka, lalu ikut hijrah ke Madinah bersama Nabi.
Jumlahnya makin tak terbatas. Karena bukan saja dari Mekkah tetapi sahabat-sahabat Nabi dari luar koa Mekkah juga ikut mengungsi. Akibatnya, kota Madinah sarat dengan kaum pengungsi.
Baca juga : Fungsi Masjid Nabi (7): Pusat Informasi Publik (2)
Rumah-rumah masyarakat Madinah rata-rata kecil kecuali keluarga bangsawan. Untuk menampung mereka, terpaksa digunakan masjid Nabi sebagai alternatif tempat penampungan sementara para pengungsi. Keadaan makin rumit ketika Perang Badr selesai yang berakhir dengan kemenangan pasukan Nabi.
Seluruh pasukan musuh, termasuk di antaranya para raja yang ikut serta menjadi pemimpin perang, dengan harapan pasti menang, karena tidak mungkin pasukan Nabi yang berjumlah sedikit, apalagi dengan senjata sederhana.
Baca juga : Fungsi Masjid Nabi (7): Pusat Informasi Publik (1)
Namun kejadiannya terbalik. Justru kemenangan berada di pihak umat Islam. Akibatnya, seluruh pasukan musuh ditawan dan dirantai di masjid. Dengan demikian, jumlah pengungsi bertambah banyak.
Nabi bingung menghadapi kenyataan ini, lalu Nabi meminta pandangan para sabahatnya. Umar yang pertama usul, isinya agar tawanan perang diselesaikan secara adat, yaitu laki-laki dibunuh dan tawanan perempuan diperbudak.
Baca juga : Fungsi Masjid Nabi (6): Rumah Singgah (2)
Abu Bakar tidak setuju pendapat Umar lalu mengusulkan agar sebagian pasukan sekutu dimaafkan dengan syarat.
Orang-orang yang memiliki keterampilan dibebaskan dengan syarat mengajarkan keterampilan yang dimilikinya kepada warga masyarakat Madinah. Misalnya, orang yang memiliki bakat membuat senjata canggih, disuguhi anak muda yang berminat untuk itu. (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.