BREAKING NEWS
 

Etika Politik Nabi Muhammad Saw

Kedudukan Golput

Rabu, 1 September 2021 06:27 WIB
Nasaruddin Umar
Tausiah Politik

RM.id  Rakyat Merdeka - Dari Muawiyah berkata: aku men­dengar Nabi bers­abda: barangsiapa yang meninggal dan ia tidak pernah memi­lih (mengangkat) se­orang pemimpin, ma­ka matinya dianggap mati jahiliah. (HR Tabrani, al-Mu’jam al-Kabir, Jilid 19, halaman 334).

Baca juga : Tantangan Kelas Menengah Santri

Redaksi yang hampir sama, hadis dari Ibnu Umar mengatakan, aku telah mendengar Nabi bersabda: “Barangsiapa yang meninggal tanpa Imam (pemimpin) maka ia mati seperti mati jahiliah. Barangsiapa yang mencabut (tidak taat) kepada pemimpin maka ia di hari kiamat tidak memiliki hujjah (pembela)”. (HR Sulaiman bin Daud, dalam Musnad Abi Daud Attayyalisi, hal.259).

Adsense

Baca juga : Menghitung Santri Kelas Menengah (2)

Dalam Riwayat lain dikatakan Abdullah Ibnu Umar datang kepada Abdullah Ibnu Muti’, setelah ia melihatnya, ia mengata­kan: “Berilah Abdurrahman sebuah ban­tal. Lalu ia mengatakan: “Sesungguhnya aku datang bukan untuk duduk, tetapi aku datang kepadamu untuk menyampaikan sebuah hadis yang aku dengarkan dari Nabi, ia bersabda: ‘Barangsiapa yang mencabut (tidak memberi pengakuan) kepada pemimpin maka ia akan menemua Allah di hari kemudian dalam keadaan tidak ada hujjah (pembela); dan barang­siapa yang meninggal dunia dan tidak pernah memilih (mengangkat) seorang pemimpin maka matinya dianggap mati jahiliah”. (HR Muslim, Sahih Muslim, Jilid 6, halaman 22).
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense