Sebelumnya
Benarkah periode 2018 menjadi tahun yang sulit lantaran tekanan ekonomi global yang berat?
Nilai tukar itu berdampak negatif lho bagi negara lain. Peningkatakan nilai tukar seharusnya membumbung tinggi sekali karena ekspor kita itu kan SDA. Justru hal ini tidak terjadi. Kedua, bahwa nilai tukar kita itu kan menambah utang.
Jadi sebenarnya peningkatan nilai tukar itu menumbuhkan ekonomi kita lebih besar lagi. Hanya saja konsumsi itu yang belum tuntas. Pasalnya struktur ekonomi kita itu SDA maka seharusnya kenaikan nilai tukar menumbuhkan ekonomi kita saat ini.
Kalau upaya pemerintah membangun infrastruktur seperti jalan tol memangnya tidak menumbuhkan ekonomi Indonesia?
Jadi begini, infrastruktur akan ada gunanya apabila, pertama ada barang yang diangkut dan kedua menurunkan biaya secara drastis. Nah, jika tidak ada itu malah menjadi terbalik sebagai beban. Infrastruktur yang dibangun seperti itu seharusnya nilai tambahnya lebih tinggi dari investasi yang dikeluarkan.
Baca juga : ARIF BUDIMANTA : Ini Capaian Tertinggi Pemerintahan Jokowi
Kalau begini baru ada dampaknya bagi ekonominya ke kita. Jadi kalau ada barang yang mau diangkut dan memang menurun biayanya memperlancar semua biaya logistiknya, berarti akan menyelesaikan atau menaikkan pertumbuhan ekonomi kita.
Tapi faktanya tidak ada barang yang diangkut karena industrinya belum kuat. Kedua bahwa ternyata (jalan tol yang dibangun tarifnya) lebih mahal daripada lewat jalan biasa kan.
Nah, artinya saya kerap menyatakan kalau tidak hati-hati maka infrastruktur yang dibangun ini bukan menambah pertumbuhan ekonomi kita, melainkan menjadi beban ekonomi. Karena investor akan membayar utang-utangnya dari investasinya itu sementara penerimaan infrastruktur tidak cukup. Memang infrastruktur komersil itu bisa menjadi pisau bermata dua karena bisa menjadi beban ekonomi atau pemicu ekonomi.
Baca juga : FAJAR SAKA : Kumpulkan Informasi, Kami Sudah Klarifikasi
Contohnya apa?
Contoh yang sudah nyata dari infrastruktur menjadi beban ekonomi adalah LRT Palembang, kereta api bandara, bandara Kertajati, dan berbagai tempat yang dibangun juga sudah menjadi beban ekonomi. Jadi apakah infrastruktur akan memacu pertumbuhan ekonomi?
Kalau itu menjadi infrastruktur yang layak artinya memang dimanfaatkan secara penuh maka akan menumbuhkan ekonomi. Tapi apabila tidak, maka hanya akan menjadi beban ekonomi. Saya perkirakan sebagaimana banyak contoh yang terjadi itu akan menjadi beban ekonomi karena mengabaikan studi kemanfaatan.
Jadi apa yang harus dilakukan pemerintah?
Siapapun pemerintah berikutnya akan menghadapi problem, satu adalah terdapat sejumlah infrastruktur yang tidak layak secara ekonomi dan menjadi beban ekonomi. Kedua bahwa sekarang beban utang semakin berat. Jadi saya pikir jangka pendek yang paling utama yang harus di-lakukan pemerintah saat ini adalah, siapapun presidennya harus meningkatkan daya beli rakyat.
Baca juga : DAHNIL ANZAR SIMANJUNTAK : Dibandingkan Ustadz Slamet, Mereka Itu Lebih Vulgar
Lho memangnya sejauh ini daya beli masyarakat anjlok?
Ekonomi rakyat ini sedang benar-benar menderita. Kita semua mengalamilah. Nah, usahakan sekarang pertumbuhan ekonomi itu dibawa dulu ke ekonomi rakyat, yang berbuat di rakyat sehingga pertumbuhan berada di tingkat bawah, bukan di tingkat atas.
Kedua komunitas sawit dan karet itu menghadapi pukulan berat. Nah, menurut saya harus ada lobi-lobi internasional untuk kembali menaikkan harga ini. Pemerintah sekarang tidak melakukan hal itu. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.